Rio Clappy Siap Tampil Perdana Sebagai Solois di Java Jazz Festival 2025

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rio Clappy Siap Tampil Perdana Sebagai Solois di Java Jazz Festival 2025. Foto: (Dok-Pribadi).

Rio Clappy Siap Tampil Perdana Sebagai Solois di Java Jazz Festival 2025. Foto: (Dok-Pribadi).

JAKARTA – Musisi dan penyanyi Rio Clappy tengah mematangkan persiapan jelang debut solonya di panggung bergengsi Java Jazz Festival 2025. Dalam wawancara bersama awak media pada Sabtu (11/5/2025), Rio mengungkapkan antusiasmenya sekaligus tekanan yang ia rasakan menjelang penampilan perdananya di festival musik jazz terbesar di Indonesia tersebut.

“Latihan sudah pasti. Kita juga siapin konsep visual, kostum, aransemen, dan lain-lain,” ujar Rio. Ia menyebut akan membawakan delapan lagu, mayoritas merupakan karya ciptaannya sendiri yang belum pernah dirilis secara resmi. Salah satu kejutan yang disiapkan adalah penampilannya membawakan lagu legendaris Angin Malam karya almarhum Debby Nasution, yang pernah dipopulerkan oleh Chrisye.

“Lagu itu sudah dapat izin dari keluarga mendiang, termasuk anaknya,” ungkap Rio. Selain itu, lagu miliknya yang berjudul Bunga Abadi akan ditampilkan dalam dua versi aransemen: versi orkestra penuh dan versi klasik yang lebih sederhana.

Mempersiapkan penampilan di Java Jazz bukanlah hal mudah. Rio mengaku harus beradaptasi dengan format festival yang menuntut efisiensi waktu dan tempo tinggi. “Biasanya kalau off-air aku kasih speech dulu atau bikin puisi dadakan kayak waktu manggung di Purwokerto. Tapi di Java Jazz, semuanya harus cepat, langsung main,” katanya.

Meski belum memiliki album penuh, Rio terus aktif berkarya. Beberapa lagunya seperti Denyut telah dirilis meski belum mendapat promosi maksimal. Ia juga mengungkap rencana untuk merilis karya dalam format fisik seperti piringan hitam. “Udah ditawarin vendor buat bikin vinyl. Harapannya, tahun ini bisa rilis digital dulu, nanti nyusul fisik,” tambahnya.

Rio menyebut musik era 70-an sebagai inspirasi terbesarnya. Album Badai Pasti Berlalu serta karya Debby Nasution, Eros Djarot, dan Jockie Suryoprayogo menjadi referensi utamanya, selain grup internasional The Carpenters dan musisi lokal seperti David Naif dan Dewa 19.

Menjelang penampilannya, Rio berharap kehadirannya di Java Jazz bisa membuka jalan untuk memperkenalkan karya-karyanya ke publik yang lebih luas. “Kalau ada yang mau dengar banget dan benar-benar menggemari, ya saya sangat bersyukur,” tutupnya.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Second Beginning: Transformasi Shindy Samuel, Dari Perjuangan Bariatrik Menuju Rekonstruksi Diri yang Lebih Utuh
Lebih dari Before-After: Shindy Samuel Bongkar Realita Transformasi Tubuh dan Tekanan Sosial
Tim Indonesia Andalkan Shopee Live untuk Genjot Penjualan di X THE LEAGUE
Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan
Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 
Jeanette Sims Tegaskan Kedalaman Emosi Lewat Single “IF ONLY”, Proses Kreatif Lintas Benua Selama 9 Bulan
Titik Balik Karier Fariz RM: Konser Syukur, Lagu Baru dan Komitmen Jauhi Distraksi
DJKI Ingatkan Kewajiban Royalti Lagu Religi Selama Ramadan, Pelaku Usaha Diminta Tertib Bayar Lisensi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 14:57 WIB

Second Beginning: Transformasi Shindy Samuel, Dari Perjuangan Bariatrik Menuju Rekonstruksi Diri yang Lebih Utuh

Rabu, 8 April 2026 - 16:44 WIB

Lebih dari Before-After: Shindy Samuel Bongkar Realita Transformasi Tubuh dan Tekanan Sosial

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:41 WIB

Tim Indonesia Andalkan Shopee Live untuk Genjot Penjualan di X THE LEAGUE

Senin, 9 Maret 2026 - 11:55 WIB

Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:30 WIB

Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 

Berita Terbaru