Spirit Band 86 Bangkit dengan Aransemen Baru, “Hanya Gairah” Jadi Penanda Relevansi Lintas Generasi

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Grup musik jazz fusion pop Spirit Band 86. (Dok-Istimewa)

Foto: Grup musik jazz fusion pop Spirit Band 86. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Setelah hampir tiga dekade meredup, grup musik jazz fusion pop Spirit Band 86 kembali menapaki panggung industri musik nasional dengan pendekatan yang diperbarui. Melalui peluncuran ulang lagu lama berjudul “Hanya Gairah”, band ini menegaskan strategi kreatif bertajuk “produk lama rasa baru”, sebuah upaya menghidupkan kembali katalog lama dengan sentuhan aransemen modern.

Band yang didirikan oleh Eramono Soekaryo pada 1986 tersebut pernah menjadi bagian dari geliat musik jazz Indonesia di era 1980–1990-an. Mereka sempat merilis album Mentari pada 1992 sebelum akhirnya vakum pada 1996. Kini, kebangkitan yang dimulai sejak 2025 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali eksistensi mereka di tengah lanskap industri musik yang telah berubah drastis.

“Kami membawa konsep ‘produk lama rasa baru’. Lagu-lagu lama kami aransemen ulang dengan pendekatan kekinian, tetapi tetap menjaga warna jazz fusion sebagai identitas utama,” ujar Eramono dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).

Dalam formasi terbarunya, Spirit Band 86 menghadirkan kombinasi musisi lintas generasi. Selain Eramono, grup ini diperkuat oleh Adrian Eramono (gitar), Jay Danu Prasetyo (keyboard & synthesizer), serta Lili Amelia (vokal). Komposisi ini dinilai menjadi kekuatan strategis yang memadukan pengalaman musikal dengan energi segar dari generasi baru.

Single “Hanya Gairah”, yang diambil dari album Mentari, menjadi simbol transformasi tersebut. Lagu ini diaransemen ulang dengan perubahan tempo yang lebih cepat dan pendekatan ritmis yang menyesuaikan tren musik global.

“Kalau dulu nuansanya lebih ‘shuffle’ klasik, sekarang kami buat lebih dinamis dan mengikuti pendekatan musik internasional,” jelas Eramono.

Secara tematik, lagu “Hanya Gairah” mengangkat kisah hubungan dua sahabat yang berkembang menjadi cinta, sebuah narasi yang tetap relevan lintas waktu. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pada sisi lirik, melainkan strategi distribusi dan positioning karya di era digital.

Spirit Band 86 menyadari bahwa perubahan pola konsumsi musik, terutama melalui platform streaming, membuka peluang baru bagi katalog lama untuk kembali menemukan audiensnya. Re-aransemen bukan sekadar estetika, melainkan juga strategi ekonomi kreatif yang berkaitan dengan optimalisasi royalti dan jangkauan distribusi.

“Kami ingin memastikan karya lama kami hadir dengan kualitas produksi sesuai standar saat ini dan lebih optimal dalam distribusi digital,” tambahnya.

Fenomena meningkatnya minat Generasi Z terhadap musik era terdahulu yang dikemas ulang turut menjadi faktor pendorong. Tren ini terlihat dari maraknya reinterpretasi lagu-lagu lama yang kembali viral di platform digital.

Ke depan, Spirit Band 86 menargetkan kehadiran yang lebih aktif di panggung musik, mulai dari festival jazz nasional hingga tur kafe. Selain itu, mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan musisi lintas genre sebagai bagian dari ekspansi kreatif.

“Kami pada dasarnya adalah pemain. Tampil di panggung tetap menjadi prioritas utama, selain terus berkarya di studio,” tegas Eramono.

Kebangkitan Spirit Band 86 mencerminkan dinamika industri musik yang tidak hanya bergantung pada karya baru, tetapi juga pada bagaimana karya lama diinterpretasikan ulang secara relevan. Di satu sisi, langkah ini menghadirkan nostalgia bagi pendengar lama; di sisi lain, menjadi pintu masuk bagi generasi baru untuk mengenal warna musik jazz fusion Indonesia.

Dengan pendekatan yang terukur dan formasi yang adaptif, Spirit Band 86 berupaya menempatkan diri di persimpangan antara warisan musikal dan tuntutan zaman.

“Musik tidak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu waktu yang tepat untuk didengar kembali,” tutup Eramono.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba
Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga
Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs
Diding Boneng Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Perjuangan Melawan Asma hingga Pesan Terakhir Sang Komedian
Zanzabella Mengaku Gio Lovers Dan Mendukung Sarwendah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs

Berita Terbaru