Willa Bongkar Fakta: Ormas Bukan Premanisme, Pemerintah Justru Menari di Atas Penderitaan Rakyat

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wiwi Lesmana Aktivis Sosial. (Dok-Istimewa).

Foto: Wiwi Lesmana Aktivis Sosial. (Dok-Istimewa).

JAKARTA – Aktivis sosial Wiwi Lesmana, yang akrab disapa Willa, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan seorang oknum pejabat yang menyamakan organisasi masyarakat (ormas) dengan tindakan premanisme. Menurut Willa, tudingan tersebut tidak berdasar dan justru menutupi praktik tidak etis yang dilakukan oleh segelintir pejabat negara.

“Ormas sering disebut preman, padahal kenyataannya banyak dari kami yang rutin memberikan santunan kepada anak yatim, janda, dan kaum dhuafa. Kami menggelar pengajian, menjaga lingkungan tanpa pamrih dan tanpa gaji dari negara,” tegas Willa, Rabu (21/5).

Willa menilai bahwa stigma negatif terhadap ormas muncul karena pemerintah takut pada peran mereka sebagai kontrol sosial. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar ormas lahir dari semangat kebersamaan masyarakat, berlandaskan hukum, dan memiliki struktur yang sah.

“Organisasi masyarakat terbentuk dari perkumpulan suku, agama, adat, dan budaya yang bersatu dan sah secara hukum melalui Kemenkumham. Bagaimana mungkin disebut premanisme?” tegasnya.

Ia juga menyentil para mantan aktivis ormas yang kini menjabat sebagai wakil rakyat namun lupa pada perjuangan dan janji awal mereka. “Setelah menjabat, mereka lupa jadi wakil rakyat yang mana,” sindirnya tajam.

Willa menambahkan bahwa pembubaran ormas secara gegabah justru akan menciptakan ruang kosong yang bisa diisi oleh premanisme sejati—yang lahir dari kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kurangnya perhatian negara.

“Kalau kita bubarkan ormas, justru kita memberi ruang bagi premanisme yang sebenarnya. Karena premanisme lahir dari ketidakadilan,” ujarnya.

Ia mendorong agar pemerintah merangkul dan membina ormas dengan memberikan pelatihan serta pembekalan, agar keberadaan mereka menjadi solusi, bukan masalah.

“Pemerintah dan ormas seharusnya saling merangkul, bukan saling menjatuhkan. Kalau kita ingin Indonesia adil dan beradab, kita harus bersama-sama membangunnya,” tutup Willa

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time
Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol
Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan
Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi
Polda Metro Jaya Apresiasi Peserta Aksi, Arus Lalu Lintas Jakarta Berangsur Normal
Polri untuk Demokrasi, Polda Metro Jaya Siagakan 26.386 Personel Jaga Jakarta Tetap Kondusif
The Jakmania Apresiasi Polda Metro Jaya, Laga Persija-Persib Berlangsung Aman dan Lancar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide

Rabu, 30 September 2026 - 12:50 WIB

Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time

Selasa, 29 September 2026 - 17:33 WIB

Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol

Selasa, 29 September 2026 - 07:43 WIB

Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan

Minggu, 27 September 2026 - 16:39 WIB

Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi

Berita Terbaru