Nadiem Makarim Klaim 81 Persen Laptop Chromebook Digunakan Sekolah, di Tengah Sorotan Kasus Dugaan Korupsi

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea, selasa (10/6/2025) (Dok-Istimewa)

Foto: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea, selasa (10/6/2025) (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, membela program digitalisasi pendidikan yang kini tengah disorot Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Dalam siniar YouTube bersama Deddy Corbuzier yang tayang pada Rabu (11/6), Nadiem memaparkan bahwa sebanyak 81 persen dari total 77 ribu sekolah penerima laptop Chromebook telah menggunakannya untuk pembelajaran. Temuan itu, kata dia, diperoleh dari sensus langsung yang dilakukan kementeriannya pada 2023.

“Kita bukan sampling, kita melakukan sensus. Dari seluruh sekolah yang menerima, 81 persen merespon bahwa mereka menggunakan untuk pembelajaran,” ujar Nadiem.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa 97 persen dari pengadaan laptop tersebut telah sampai dan dinyalakan di sekolah, menandakan hampir seluruh unit yang direncanakan telah terdistribusi dan difungsikan.

Nadiem juga menegaskan bahwa sekolah-sekolah penerima telah difasilitasi dengan koneksi internet. Bila masih ditemukan sekolah tanpa akses internet, ia menyebut pemerintah melakukan penyesuaian dengan menambah fasilitas infrastruktur secara bertahap.

“Kami juga melakukan renovasi sekolah, dan ini dilakukan berkala setelah pengadaan,” tambahnya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah gencarnya penyidikan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop untuk digitalisasi pendidikan. Penyidik telah menggeledah apartemen yang diduga milik mantan staf khusus Mendikbudristek, dalam rangka mengusut dugaan adanya pemufakatan jahat yang mengarahkan proses pengadaan alat tulis kantor berkedok teknologi pendidikan.

Meski begitu, hingga kini Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun, indikasi adanya pengkondisian oleh sejumlah pihak untuk mengarahkan keputusan tim teknis menjadi sorotan serius publik dan penegak hukum.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan
BGN Buka Ruang Kolaborasi, Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
Sertifikat Kekayaan Intelektual Kini Bisa Jadi Agunan KUR, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun Dorong Inovasi Nasional
Mendagri Tito: Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Cegah Korupsi
Harta Dimyati Natakusumah Naik Rp4 Miliar dalam 4 Tahun, Publik Soroti Transparansi LHKPN
Habib Syakur: Jokowi Tengah Siapkan Gibran Menuju Pilpres 2029, Prabowo Diminta Waspada
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Sertifikat Kekayaan Intelektual Kini Bisa Jadi Agunan KUR, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun Dorong Inovasi Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Mendagri Tito: Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Cegah Korupsi

Berita Terbaru