Pertemuan Tak Terduga di Polres Jaksel: Kuasa Hukum Dahlia Emir Bertemu Kimberley Ryder, Ungkap Fakta Kasus Dugaan Mafia Tanah

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Arianto S.H., M.H., kuasa hukum dari Ibu Dahlia Emir. (Dok-Istimewa)

Foto: Arianto S.H., M.H., kuasa hukum dari Ibu Dahlia Emir. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Pertemuan tak terduga terjadi di Polres Metro Jakarta Selatan saat Arianto S.H., M.H., kuasa hukum dari Ibu Dahlia Emir, bertatap muka dengan artis Kimberley Ryder. Momen mengejutkan itu menguak kenangan lama antara keduanya yang sudah saling mengenal sejak Kimberley masih anak-anak.

“Kaget ketemu di sini. Dulu kenal waktu kecil, waktu main ke rumah neneknya di Paseban, pas ada keluarga yang meninggal. Sudah sekitar 50 tahun yang lalu, tapi Kim memang dari kecil sudah tinggi. Karena kesibukan masing-masing, sudah lama nggak bertemu,” ujar Arianto saat ditemui wartawan, Selasa (17/6).

Pertemuan tersebut terjadi di tengah pengusutan kasus yang menimpa kliennya, Dahlia Emir, yang diduga menjadi korban praktik mafia tanah. Arianto menjelaskan bahwa kehadirannya di Polres Jaksel juga untuk mendampingi Ibu Dahlia yang belakangan ini jarang keluar rumah sejak meninggalnya sang suami.

“Sudah lama Ibu Dahlia tidak bertemu siapa-siapa. Karena trauma dan ketakutan, beliau tidak mau keluar rumah kecuali dijemput. Kebetulan saya yang bantu antar, sekaligus mendampingi beliau dalam proses hukum ini,” tambahnya.

Dugaan Mafia Tanah: Janji Manis Berujung Derita

Dalam kasus yang tengah ditangani, Dahlia Emir disebut-sebut menjadi korban penipuan jual beli tanah oleh oknum yang diduga bagian dari jaringan mafia tanah. Menurut Arianto, kliennya awalnya hanya menerima termin awal sebesar Rp100 juta dengan janji pembayaran secara bertahap.

“Saking percayanya, tanah sudah dibaliknama atas nama pembeli. Tapi ternyata nama itu kemudian berubah, dan pihak yang bersangkutan membawa kabur dokumen-dokumen tersebut. Bahkan, diduga surat tanah itu dibawa ke bank untuk diagunkan,” ungkapnya.

Padahal, menurut kuasa hukum, nilai tanah yang dijual seharusnya mencapai Rp3 miliar. Namun hingga kini, Ibu Dahlia baru menerima pembayaran sebesar Rp100 juta.

“Harapan kami, dukungan dari semua pihak—termasuk teman-teman publik figur seperti Kimberley—bisa membantu mengawal kasus ini hingga tuntas. Karena yang paling penting dalam perkara ini adalah keadilan,” tutup Arianto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan oknum mafia tanah dalam kasus tersebut.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Nusakambangan Bertransformasi, Lahan Penjara Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Re -LUN Seret Nama Darmawan Prasodjo, Meteran Pintar Rp5 Triliun Jadi Sorotan, Re-LUN Minta Kejagung Telusuri Dugaan Suap di PLN
KemenHAM Jabar Kawal Pemenuhan Hak Korban Dugaan Penyekapan Selama Dua Tahun
Pelaku Penganiayaan Balita di Bekasi hingga Kini Belum Ditangkap, Sang Ibu Minta KDM Bertindak
Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Cegah Pungli dan Percepat Pemeriksaan Penumpang
Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa
Kasus Perampokan Menteng Ternyata Rekayasa, Polisi Ungkap Dugaan Percobaan Pembunuhan oleh Rekan Korban
Enam WNA Pembuat Onar hingga Overstay Dideportasi dari Bali, Terancam Blacklist Seumur Hidup
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:03 WIB

Nusakambangan Bertransformasi, Lahan Penjara Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:54 WIB

Re -LUN Seret Nama Darmawan Prasodjo, Meteran Pintar Rp5 Triliun Jadi Sorotan, Re-LUN Minta Kejagung Telusuri Dugaan Suap di PLN

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:27 WIB

KemenHAM Jabar Kawal Pemenuhan Hak Korban Dugaan Penyekapan Selama Dua Tahun

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:21 WIB

Pelaku Penganiayaan Balita di Bekasi hingga Kini Belum Ditangkap, Sang Ibu Minta KDM Bertindak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:52 WIB

Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Cegah Pungli dan Percepat Pemeriksaan Penumpang

Berita Terbaru

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengawal pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi santri sekaligus mendukung percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) bidang kesehatan.

Bisnis Ekonomi

Kemenko PMK Kawal Cek Kesehatan Gratis untuk 10 Ribu Santri di Lampung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:34 WIB