Raja Ampat Terancam: Tambang Nikel Mengguncang Surga Laut Dunia

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Dok-Istimewa)

Foto: Pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Dok-Istimewa)

JAKARTARaja Ampat, Papua Barat Daya, yang dikenal sebagai surga bawah laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan destinasi wisata kelas dunia, kini menghadapi ancaman serius. Aktivitas tambang nikel yang berkembang pesat di kawasan ini dinilai berpotensi merusak lingkungan, mengancam kelestarian alam, serta memicu konflik sosial di masyarakat.

Kontroversi dan Kekhawatiran Publik

Tambang nikel di Raja Ampat, terutama di Pulau Kawe, Gag, Manuran, Manyaifun, dan Batang Pele, menuai protes dari masyarakat lokal, aktivis lingkungan, hingga lembaga internasional. Greenpeace Indonesia melaporkan bahwa lebih dari 500 hektare hutan dan vegetasi telah hilang demi tambang nikel, melanggar regulasi yang melarang aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil seperti yang ada di Raja Ampat.

Selain kerusakan ekologis, masyarakat lokal menghadapi konflik internal, kehilangan mata pencaharian, dan terganggunya ruang hidup. Penambangan nikel menyebabkan sedimentasi atau timbunan lumpur berlebihan yang terbawa ke laut, mengancam terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya. Raja Ampat sendiri merupakan rumah bagi lebih dari 550 jenis terumbu karang dan 1.400 spesies ikan. Dengan demikian, Raja Ampat menjadi pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Tanggapan Pemerintah dan DPR RI

Pemerintah berjanji menyesuaikan aktivitas tambang dengan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) serta memperhatikan aspirasi masyarakat dan kearifan lokal. DPR RI pun akan membawa isu ini ke pembahasan lintas komisi dan kementerian. Tujuannya untuk menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam Raja Ampat sebagai kawasan dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menyatakan siap mengambil langkah hukum jika menemukan pelanggaran dalam aktivitas pertambangan nikel di kawasan ini.

Raja Ampat menghadapi dilema besar antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Keputusan yang diambil hari ini akan menentukan masa depan keanekaragaman hayati laut Indonesia untuk generasi mendatang.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Semarakkan Perumahan KSB Cikarang, Warga Tampilkan Kreativitas dan Kebersamaan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Kemnaker Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif di ASEAN
Dukcapil Kerahkan Enam Tim Jemput Bola Pulihkan Administrasi Kependudukan Korban Gempa Flores
FPPI Dampingi Kelompok Tani Cinta Alam Lestari Tuntut Kejelasan Hak atas Lahan 1.057 Hektare di Kutai Timur
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda hingga Tingkat Desa
Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung
Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Semarakkan Perumahan KSB Cikarang, Warga Tampilkan Kreativitas dan Kebersamaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Kemnaker Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif di ASEAN

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Dukcapil Kerahkan Enam Tim Jemput Bola Pulihkan Administrasi Kependudukan Korban Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:01 WIB

FPPI Dampingi Kelompok Tani Cinta Alam Lestari Tuntut Kejelasan Hak atas Lahan 1.057 Hektare di Kutai Timur

Berita Terbaru

Foto: Dua pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diamankan Tim Tiger Unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat.

TNI & POLRI

Berbekal CCTV, Tim Tiger Tambora Ringkus Dua Pelaku Curanmor

Rabu, 26 Agu 2026 - 13:57 WIB