Karel Lilai Helnia Soroti Tantangan Transportasi dan Pangan di Wilayah Perbatasan NKRI

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Dewan Tahfidz DPC PKB Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Karel Lilai Helnia. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Sekretaris Dewan Tahfidz DPC PKB Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Karel Lilai Helnia. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – Sekretaris Dewan Tahfidz DPC PKB Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Karel Lilai Helnia, menyampaikan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya di Kabupaten MBD, saat ditemui di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang digelar di Hotel Santika, Jakarta Barat, pada 22–24 Juli 2025.

Karel menyatakan bahwa dirinya dan rombongan dari MBD hadir di acara tersebut atas undangan langsung dari DPP PKB. Ia menekankan pentingnya kehadiran perwakilan daerah perbatasan seperti MBD dalam forum-forum nasional, meskipun akses menuju Jakarta sangat sulit.

“Oh ya, kebetulan kami di sini diundang oleh DPP, agendanya Bimtek DPRD sekaligus Harlah. Kami dari Maluku Barat Daya, daerah penjaga NKRI, berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Perjalanan ke sini sangat sulit, tapi undangan DPP harus kami hadiri,” ujar Karel, Selasa (22/7).

Ia menyoroti berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat MBD, terutama transportasi dan distribusi pangan. Menurutnya, keterbatasan transportasi menyebabkan berbagai dampak lanjutan, termasuk keterlambatan distribusi kebutuhan pokok.

“Transportasi itu persoalan utama. Pesawat ke sana hanya satu, jadi tiket harus dipesan jauh-jauh hari. Kalau lewat laut, dari sana ke ibu kota provinsi bisa memakan waktu hingga tujuh hari,” jelasnya.

Ia juga membeberkan bahwa untuk menuju ibu kota kabupaten saja, warga dari wilayah perbatasan seperti Pulau Marsela dan Luang perlu menempuh perjalanan minimal dua hari. Jika menggunakan kapal cepat, waktu tempuhnya tetap memakan sekitar 12 jam.

Selain itu, Karel menyinggung soal tidak meratanya manfaat program-program nasional yakni, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terkendala akibat keterbatasan kebutuhan Pokok penunjang untuk menjalankan program MBG, karena faktor utamanya terkendala kurangnya alat transportasi yang masuk ke daerah tersebut.

Ia menyebutkan bahwa dari 117 desa dan satu kelurahan di MBD, program bantuan MBG hanya dirasakan oleh warga di ibu kota kabupaten saja.

“Program bantuan MBG hanya berjalan di ibu kota kabupaten. Di luar itu tidak tersentuh. Persoalan pangan sangat berat. Telur, ayam, sayuran sering habis. Kalau ikan memang banyak, tapi beras juga sering kosong,” ungkapnya.

Karel juga mengungkapkan harapan besar kepada DPP PKB dan anggota DPR RI dari Fraksi PKB agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat di daerah perbatasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa meski beberapa menteri telah berkunjung ke wilayah MBD, dampaknya belum dirasakan oleh masyarakat secara konkret.

“Kami harap PKB bisa bantu perjuangkan ini. Masyarakat kami sudah lama ingin merasakan dampak positif dari kunjungan para pejabat. Termasuk saat Pak Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan dulu, beliau sudah pernah turun ke sana. Kami harap sebagai Presiden, beliau bisa kembali datang dan mewujudkan janjinya menjadikan MBD sebagai kawasan pertahanan negara,” pungkasnya.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Menembus Ribuan Kilometer dari Papua Pegunungan, PWNU Hadiri Munas dan Konbes NU di Kediri
Aliansi Profesi Advokat Maluku Adukan Teddy Indra Wijaya ke Ombudsman, Ajukan Lima Dugaan Maladministrasi
Polwan Satgas Damai Cartenz Hadir di Pasar Keyabi, Perkuat Rasa Aman dan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga Nduga
BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional
Herry Dahana: Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Sukseskan Kepemimpinan Prabowo
Demo #IndonesiaMenujuBangkrut: Mahasiswa Kritik APBN, Harga BBM hingga Program Strategis Pemerintah
Dosen Pascasarjana UNIYAP Papua: Kenaikan Pertamax Harus Diimbangi Transparansi dan Penguatan Ekonomi
UU Polri Baru dan Wacana Jabatan Sipil, Dr. Mansur: Menata Arah Reformasi Kepolisian di Era Digital
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:03 WIB

Menembus Ribuan Kilometer dari Papua Pegunungan, PWNU Hadiri Munas dan Konbes NU di Kediri

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:03 WIB

Aliansi Profesi Advokat Maluku Adukan Teddy Indra Wijaya ke Ombudsman, Ajukan Lima Dugaan Maladministrasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:08 WIB

Polwan Satgas Damai Cartenz Hadir di Pasar Keyabi, Perkuat Rasa Aman dan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga Nduga

Senin, 15 Juni 2026 - 17:57 WIB

BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:28 WIB

Herry Dahana: Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Sukseskan Kepemimpinan Prabowo

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara (WN) China berinisial YJ, CN, dan LJ setelah terbukti memanipulasi data untuk memperoleh visa kunjungan bisnis dan pra investasi di Indonesia.

Hukum & Kriminal

Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:41 WIB