Hans Falita Dituding Korupsi, Dr Soesilo: Pelaku Utama Sudah Dapat Abolisi, Klien Kami Harusnya Bebas

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana Ruang Sidang Prof. Dr. HM. Hatta Ali. SH., MH., Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

Foto: Suasana Ruang Sidang Prof. Dr. HM. Hatta Ali. SH., MH., Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

JAKARTA – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan impor gula yang menjerat Direktur Utama PT Berkah Manis Makmur (BMM), Hans Falita Utama, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Agenda persidangan kali ini memasuki tahap pembacaan pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa, Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., dalam keterangannya disela persidangan menyampaikan bahwa seluruh tuduhan jaksa terhadap kliennya tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Menurutnya, tidak ada satu pun unsur perbuatan melawan hukum yang dapat dibuktikan dalam perkara ini.

“Dalam perkara ini, jaksa mendakwa klien kami dengan dua pasal, yakni Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor. Namun, setelah kami telaah, tidak ada satu pun unsur dari pasal-pasal tersebut yang terpenuhi. Semua tindakan yang dilakukan oleh Pak Hans adalah dalam konteks pelaksanaan penugasan pemerintah, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Soesilo.

Lebih lanjut, Soesilo menjelaskan bahwa kliennya hanyalah pihak swasta yang ditunjuk untuk melaksanakan importasi gula atas dasar kebijakan pemerintah dalam rangka stabilisasi harga gula nasional. Ia menegaskan, keputusan impor sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah, bukan pelaku usaha.

“Keputusan impor itu domain pemerintah. Klien kami hanya melaksanakan penugasan resmi yang diberikan, mengikuti seluruh prosedur dan membayar bea masuk sebagaimana mestinya. Jadi kalau dibilang ada niat memperkaya diri atau merugikan negara, itu tidak benar,” tegasnya.

Menurut Soesilo, seluruh proses perizinan dan teknis importasi dilakukan melalui rapat koordinasi antarinstansi, di mana pihak swasta hanya hadir sebagai pelaksana kebijakan. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa Hans Falita tidak memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan yang bersifat strategis atau menentukan arah kebijakan impor.

Terkait tuduhan bahwa barang yang diimpor berbeda dengan izin yang diberikan, Soesilo menegaskan hal itu merupakan kesalahan penafsiran. Barang yang diimpor adalah gula kristal mentah (raw sugar) yang kemudian diolah menjadi gula rafinasi di dalam negeri oleh beberapa perusahaan.

“Kita jangan salah paham. Yang diimpor itu bukan gula putih jadi, melainkan gula mentah yang harus diolah lagi di Indonesia. Proses rafinasi dilakukan oleh delapan perusahaan swasta yang justru membantu pemerintah dalam menjaga pasokan. Jadi, tidak ada pelanggaran di situ,” paparnya.

Lebih jauh, Soesilo juga menyoroti aspek hukum yang menurutnya tidak adil, di mana pelaku utama dalam perkara ini, yakni mantan pejabat pemerintah Tom Lembong, justru telah mendapatkan abolisi atau penghapusan proses hukum.

“Kalau pelaku utama sudah diberikan abolisi, maka secara logika hukum, pihak yang disebut turut serta pun seharusnya tidak dapat dipidana. Karena bagaimana mungkin penyertanya diproses, sementara pelaku utamanya sudah dinyatakan tidak bersalah?” ungkapnya.

Ia menilai, kondisi ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penerapan hukum. Sebab, menurutnya, abolisi terhadap pelaku utama seharusnya diikuti dengan penghentian perkara bagi pihak-pihak lain yang hanya menjalankan kebijakan pemerintah.

Di akhir pernyataannya, Soesilo berharap majelis hakim dapat menilai perkara ini secara objektif dan memberikan putusan bebas murni terhadap kliennya.

“Pak Hans tidak pernah hadir dalam rapat-rapat pengambilan keputusan impor. Semua proses administratif dilakukan oleh bawahannya sesuai prosedur. Jadi, tidak ada alasan hukum untuk menyatakan dia bersalah. Harapan kami, beliau dibebaskan sebagaimana halnya dengan Tom Lembong,” tutup Soesilo.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda tanggapan jaksa atas pledoi terdakwa pada persidangan berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak jaksa penuntut umum belum memberikan keterangan resmi terkait tanggapan atas pembelaan tersebut.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

YPS Bantah Klaim Pengambilalihan Aset, Putusan PN Bandung Disebut Belum Berkekuatan Hukum Tetap
Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali
Imigrasi Amankan WN Rusia yang Rekam Demo KNPB di Wamena
Dua WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Jayapura, Diduga Berburu Satwa Dilindungi untuk Konten Live
Kemenimipas Resmikan Tiga Immigration Lounge dan Kukuhkan 53 PIMPASA di Sumut
Kuasa Hukum Dhody Thahir Pertanyakan Objek Pemalsuan Surat, Soroti Dugaan Muatan Politis
Mantan Karyawan Diduga Curi Dua Motor di Tambora, Polisi Tangkap Dua Pelaku hingga ke Jakarta Utara
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:35 WIB

YPS Bantah Klaim Pengambilalihan Aset, Putusan PN Bandung Disebut Belum Berkekuatan Hukum Tetap

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Imigrasi Amankan WN Rusia yang Rekam Demo KNPB di Wamena

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Dua WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Jayapura, Diduga Berburu Satwa Dilindungi untuk Konten Live

Berita Terbaru

Foto: Babinsa Desa Mergayu Serka Eko Hadi Wijaya bersama seorang petani membersihkan rumput liar atau gulma di area persawahan Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

TNI & POLRI

Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi

Senin, 31 Agu 2026 - 14:34 WIB