Survei KedaiKOPI Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal Versi Publik

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Selasa (13/1/2026).

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Selasa (13/1/2026).

JAKARTA –  Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Selasa (13/1/2026). Riset tersebut memotret gambaran pemimpin ideal yang diharapkan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang.

Penelitian dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) pada 2–3 Desember 2025 dengan melibatkan 30 responden, mulai dari akademisi, aktivis NGO, mahasiswa, jurnalis, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, pedagang, pengusaha, ketua RT, hingga guru. Komposisi responden terdiri dari 73,3 persen laki-laki dan 26,7 persen perempuan.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan riset ini bertujuan memberikan gambaran kepada elit politik dan calon pemimpin mengenai kriteria kepemimpinan yang diinginkan masyarakat.
Riset ini untuk menginformasikan kepada elit politik, kepada calon pemimpin tentang kriteria, kategori, dan kompetensi pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia,” kata Hendri Satrio atau Hensa kepada wartawan.

Menurut Hensa, riset tersebut juga ditujukan kepada masyarakat agar memiliki referensi dalam menentukan pilihan pemimpin ke depan.
“Jadi hari ini kita tidak bicara tentang siapa atau nama. Kita ingin menyampaikan kepada rakyat Indonesia, dari hasil FGD ini, pemimpin ideal itu seperti apa, dari sisi karakter, kriteria, kategori, dan isu yang dibawa,” ujarnya.
Sejumlah tokoh turut merespons temuan riset tersebut. Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said menyebut ada empat kriteria utama yang konsisten muncul dalam menentukan pemimpin ideal, yakni integritas, kompetensi, inspiratif, serta memiliki visi lingkungan dan masa depan yang luas.

Semakin jujur lingkungan yang diurus, semakin tinggi integritas yang dibutuhkan. Riset ini seperti menjadi justifikasi dari apa yang saya sampaikan,” kata Sudirman.
Ia juga menilai perbedaan persepsi antara kelompok elit dan non-elit dalam menentukan pemimpin ideal merupakan hal yang wajar.
Elite cenderung fokus pada hulu seperti tata kelola pemerintahan, sementara non-elite lebih fokus pada aspek hilir yang nyata dan langsung dirasakan,” ujarnya.
Peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro menilai dinamika rekrutmen kepemimpinan nasional saat ini tidak berjalan mulus.

Kita merasakan adanya dinamika suksesi kepemimpinan yang tidak mulus, baik nasional maupun daerah. Padahal negara ini luas, tetapi ketika Pilpres seperti tidak ada pilihan,” kata Siti Zuhro.
Ia berharap eksplorasi kepemimpinan melalui riset seperti ini dapat membuka ruang bagi munculnya pemimpin-pemimpin baru yang lebih ideal.

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai hasil survei KedaiKOPI tidak jauh berbeda dengan harapan publik sejak lama.
“Riset ini memvalidasi keinginan masyarakat terhadap pemimpin yang ideal yang sebenarnya sudah lama ada,” kata Feri.
Sementara itu, Ekonom dari Aliansi Ekonom Indonesia Talitha Chairunissa menyoroti ketegasan dan respons cepat sebagai karakter penting bagi pemimpin di mata pemilih Indonesia.
“Masyarakat Indonesia sangat menyukai pemimpin yang tegas,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan adanya potensi trade-off dalam proses pencarian pemimpin ideal.
Ketika ketegasan itu mengorbankan moralitas, misalnya menganggap ketidakjujuran sebagai hal yang bisa ditoleransi, itu justru berbahaya,” katanya.
Dalam laporannya, KedaiKOPI juga mencatat adanya perbedaan preferensi antara kelompok elit dan non-elit. Kelompok elit cenderung menilai pemimpin ideal dari visi besar, kecakapan strategis, dan tata kelola berbasis data. Sementara kelompok non-elit lebih menekankan empati, kesederhanaan, komunikasi langsung, serta respons cepat terhadap krisis.

Meski memiliki perbedaan pandangan, kedua kelompok sepakat bahwa pengalaman, prestasi, dan rekam jejak bebas kontroversi menjadi syarat utama kepemimpinan ideal.

Berita Terkait

Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi
AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo
Refleksi Kartini 2026, Cornelia Agatha: Menjaga Api Perjuangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Malam Refleksi Kartini 2026: “Suara Yang Tak Pernah Padam” Menghidupkan Semangat Perjuangan Perempuan Indonesia
Menko PMK: Nilai Nyepi Kian Relevan di Tengah Dunia yang Semakin Bising
UAS Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Berduka
Pemerintah Beri Relaksasi Fiskal untuk Jemaah Haji, Bebas Bea Masuk hingga Aturan Kiriman Diperlonggar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:51 WIB

Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi

Selasa, 21 April 2026 - 08:47 WIB

AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo

Senin, 20 April 2026 - 23:44 WIB

Refleksi Kartini 2026, Cornelia Agatha: Menjaga Api Perjuangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 20 April 2026 - 21:43 WIB

Malam Refleksi Kartini 2026: “Suara Yang Tak Pernah Padam” Menghidupkan Semangat Perjuangan Perempuan Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 23:19 WIB

Menko PMK: Nilai Nyepi Kian Relevan di Tengah Dunia yang Semakin Bising

Berita Terbaru

Foto: Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan yang tertimbun longsor sampah di TPST Bantargebang, sementara puluhan warga memadati lokasi menyaksikan proses penyelamatan, Selasa (21/4/2026).

Hukum & Kriminal

Eks Kepala DLH DKI Jadi Tersangka

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:34 WIB