Universitas Nasional Kukuhkan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Nasional (Unas) mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (11/2).

Universitas Nasional (Unas) mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (11/2).

Jakarta — Universitas Nasional (Unas) mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (11/2).

Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera mengatakan penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghargaan akademik tertinggi atas dedikasi, pemikiran, serta kontribusi intelektual Fadli di bidang kebudayaan, pendidikan, dan kehidupan kebangsaan.

Pengukuhan ini kami maknai sebagai pengakuan akademik atas kerja panjang, ketekunan intelektual, serta konsistensi Dr. Fadli Zon dalam memperjuangkan kebudayaan, sejarah, dan jati diri bangsa. Ini bukan sekadar penghargaan personal, tetapi juga pesan moral bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan peradaban Indonesia,” ujar El Amry dalam sambutannya.

Menurut dia, keputusan pemberian gelar tersebut melalui kajian akademik mendalam yang mempertimbangkan rekam jejak intelektual, integritas, serta kontribusi nasional dan internasional Fadli.

El Amry menilai kiprah Fadli dalam pelestarian sejarah, penguatan literasi budaya, serta diplomasi kebudayaan selaras dengan nilai-nilai yang diwariskan Sutan Takdir Alisjahbana (STA), salah satu pendiri Universitas Nasional.

Dalam orasi kebudayaannya, Fadli Zon mengangkat gagasan tentang pentingnya reinventing Indonesian identity sebagai fondasi penguatan peradaban bangsa di tengah dinamika global.

Upaya reinventing Indonesian identity merupakan wujud nyata penguatan kembali posisi Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia. Berbagai temuan dan jejak arkeologis membuktikan bahwa Nusantara merupakan panggung vital dalam evolusi dan peradaban umat manusia,” kata Fadli.

Ia menegaskan Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai negara-bangsa modern, melainkan sebagai civilizational-state yang berdiri di atas fondasi keberagaman atau megadiversity.
Menurutnya, keberagaman etnis, bahasa, adat, dan tradisi justru menjadi kekuatan strategis dalam memainkan peran di panggung politik kebudayaan global.

Budaya bukan hanya sebagai kompas, namun juga jalan tengah, sebuah ruang solusi yang melampaui dikotomi kekuasaan dan kepentingan. The Power of Culture menjadi fondasi dalam konstruksi identitas bangsa,” ujarnya.

Universitas Nasional menyebut penganugerahan tersebut juga mempertimbangkan rekam jejak akademik Fadli, termasuk kiprahnya sebagai dosen luar biasa di Universitas Indonesia serta dosen tidak tetap di Universitas Nasional sejak 2018.

Fadli juga tercatat telah menulis lebih dari 40 buku serta berbagai karya tulis dan jurnal nasional maupun internasional di bidang politik, kebudayaan, dan ekonomi kerakyatan.

Selain itu, komitmennya dalam pelestarian sejarah diwujudkan melalui pendirian Fadli Zon Library, pengelolaan museum, serta rumah budaya yang menghimpun ribuan artefak dan naskah kuno.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam pengukuhan tersebut, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzadi, Menteri Koordinator Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Kepala BRIN Arif Satria, serta jajaran DPR dan duta besar negara sahabat.

Menutup orasinya, Fadli menyampaikan terima kasih atas penganugerahan tersebut dan menegaskan kebudayaan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional dan penguatan persatuan bangsa.

ŸJika Anda ingin, saya bisa buatkan versi lebih ringkas (sekitar 500 kata) atau versi dengan angle yang lebih tajam, misalnya fokus pada gagasan civilizational-state atau rekam jejak intelektual Fadli Zon.

Berita Terkait

Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Berantas Love Scamming di Lapas dan Rutan
Ombudsman RI Temukan MinyaKita Langka dan Harga Pangan Melonjak di Sejumlah Pasar Jakarta
Polda Sumsel dan Pertamina EP Sepakati Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Tekan Praktik Ilegal
Kemenko Perekonomian Lantik 70 CPNS Jadi PNS, Siapkan Calon Pemimpin Baru
KTT ASEAN 2026 Bahas Dampak Konflik Global hingga Ketahanan Eneri
Airlangga Dorong Ketahanan Energi ASEAN Hadapi Dampak Perang
AMPP Desak Kapolri Tindak Tegas Skandal Kompol DK, Tinjau Ulang Kasus Rahmadi
AMPP DEMO DPR MINTA KASUS KRIMINALISASI RAHMADI DI RDPU
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:20 WIB

Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Berantas Love Scamming di Lapas dan Rutan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:00 WIB

Ombudsman RI Temukan MinyaKita Langka dan Harga Pangan Melonjak di Sejumlah Pasar Jakarta

Senin, 11 Mei 2026 - 16:09 WIB

Polda Sumsel dan Pertamina EP Sepakati Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Tekan Praktik Ilegal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:45 WIB

Kemenko Perekonomian Lantik 70 CPNS Jadi PNS, Siapkan Calon Pemimpin Baru

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:32 WIB

KTT ASEAN 2026 Bahas Dampak Konflik Global hingga Ketahanan Eneri

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB