Menko PMK: Nilai Nyepi Kian Relevan di Tengah Dunia yang Semakin Bising

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilai nilai-nilai dalam Hari Suci Nyepi semakin relevan di tengah kehidupan modern yang dipenuhi arus informasi dan kebisingan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilai nilai-nilai dalam Hari Suci Nyepi semakin relevan di tengah kehidupan modern yang dipenuhi arus informasi dan kebisingan.

JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilai nilai-nilai dalam Hari Suci Nyepi semakin relevan di tengah kehidupan modern yang dipenuhi arus informasi dan kebisingan.

Hal itu disampaikan Pratikno dalam acara Dharma Shanti Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 yang digelar di Art Center Bali, Sabtu (18/4).
Menurutnya, derasnya informasi dan aktivitas di media sosial kerap membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

Saat ini dunia sedang sangat bising. Kita dibanjiri informasi tanpa henti, tetapi belum tentu sempat mencernanya,” ujar Pratikno.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat respons emosional lebih cepat muncul dibandingkan kebijaksanaan. Oleh karena itu, nilai reflektif seperti yang diajarkan dalam Nyepi menjadi penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pratikno menjelaskan, terdapat tiga nilai utama dalam Nyepi yang relevan saat ini, yakni Amati Geni, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Amati Geni, kata dia, mengajarkan pengendalian diri agar tidak mudah terpancing emosi, terutama di ruang digital yang kerap dipenuhi konflik.
“Melalui Amati Geni, kita belajar menahan amarah dan tidak mudah tersulut dalam perbedaan,” ujarnya.

Sementara itu, Amati Lelungan dimaknai sebagai upaya memperkuat hubungan sosial dengan hadir secara utuh di tengah keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia menilai, interaksi fisik yang terjadi saat ini sering kali tidak diiringi komunikasi yang bermakna.

Kita perlu kembali duduk bersama, mendengarkan, dan benar-benar hadir untuk keluarga,” katanya.
Adapun Amati Lelanguan, lanjutnya, mengandung pesan untuk mengendalikan diri dari kesenangan berlebih sekaligus meningkatkan kepekaan sosial.

Menurut Pratikno, nilai tersebut penting untuk membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Dalam konteks pembangunan manusia, ia menegaskan pentingnya membentuk pribadi yang tidak mudah terprovokasi dan lebih mengedepankan empati.

Bangsa ini membutuhkan pribadi yang tidak gemar menghakimi, tetapi lebih memilih merangkul,” tuturnya.
Ia juga mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan membiasakan menyaring informasi sebelum membagikannya.

Memahami sebelum menghakimi. Keadilan tidak lahir dari kebisingan, tetapi dari kejernihan,” kata dia.

Menutup pernyataannya, Pratikno mengajak masyarakat menjadikan semangat Nyepi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari guna menciptakan kehidupan yang lebih reflektif dan beradab.

Berita Terkait

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya
Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang
YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers
Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren
Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan
Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur
Kementerian UMKM Rangkul Pengemudi Ojol sebagai Pengusaha Mikro Lewat Nobar Piala Dunia 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya

Senin, 20 Juli 2026 - 12:13 WIB

Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:19 WIB

YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:49 WIB

Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren

Berita Terbaru