Pemerintah Dorong Transaksi Mata Uang Lokal untuk Perkuat Kerja Sama Keuangan Global

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya memperkuat kerja sama keuangan multilateral sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya memperkuat kerja sama keuangan multilateral sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Jakarta — Pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya memperkuat kerja sama keuangan multilateral sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Struktur perdagangan Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Hal ini didukung oleh dominasi mitra dagang utama yang berasal dari negara dengan ekonomi non-dolar, serta kinerja surplus perdagangan yang konsisten, termasuk capaian sekitar US$1,27 miliar pada Februari 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat kerangka LCT guna meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang global.

Kerangka LCT didorong untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Ferry dalam agenda Bank of China Multilateral Business Dialogue di Jakarta, Jumat (10/4).

Pemanfaatan LCT juga terus menunjukkan tren peningkatan. Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar US$8,45 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$3,21 miliar.

Selain itu, jumlah pengguna LCT juga meningkat pesat dengan total 14.621 pengguna pada Februari 2026, serta rata-rata bulanan mencapai 16.030 pengguna, jauh di atas rata-rata tahun 2025 yang sebesar 9.720 pengguna.

Saat ini, implementasi LCT telah mencakup enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Penggunaan skema ini juga telah meluas ke berbagai sektor seperti manufaktur, energi, transportasi, perdagangan, dan jasa.

Dalam praktiknya, LCT memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal tanpa melalui dolar AS. Sistem ini didukung sejumlah mekanisme, termasuk fleksibilitas pengaturan devisa, sistem pengawasan, serta penunjukan lembaga perantara transaksi lintas mata uang.

Untuk mempercepat adopsi, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Gugus tugas ini bertugas memperkuat koordinasi kebijakan serta mendorong implementasi LCT, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha guna meningkatkan efisiensi transaksi serta memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.
“Pengembangan LCT merupakan langkah strategis untuk mengurangi kerentanan eksternal dan memperkuat kerja sama ekonomi global,” kata Ferry.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam forum tersebut, antara lain Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta perwakilan dari Bank of China dan instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat, Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat Berkelanjutan di Papua Barat
Dari Halal Bihalal ke Reformasi Profesi: MAPPI Gaungkan UU Penilai dan Database Properti Nasional
Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Pemudik Puas, Penggunaan Kendaraan Pribadi Masih Dominan
PROMO FASTCO PARKING: Tarif Hemat Parkir Aman, Solusi Cerdas di Tengah Padatnya Margonda
Ekspansi PT CACS di Industri Cleaning Service: Target Ribuan Rekrutmen dan Bebrapa Proyek hingga Pertengahan 2026
Indonesia Fit Festival 2026 Usung “The Sweat Awakening”, Padukan Olahraga, Musik, dan Gaya Hidup Urban
Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Australia, Fokus Produktivitas dan SDM
Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:12 WIB

Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat, Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat Berkelanjutan di Papua Barat

Rabu, 8 April 2026 - 15:35 WIB

Dari Halal Bihalal ke Reformasi Profesi: MAPPI Gaungkan UU Penilai dan Database Properti Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 16:21 WIB

Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Pemudik Puas, Penggunaan Kendaraan Pribadi Masih Dominan

Sabtu, 4 April 2026 - 07:24 WIB

PROMO FASTCO PARKING: Tarif Hemat Parkir Aman, Solusi Cerdas di Tengah Padatnya Margonda

Kamis, 2 April 2026 - 19:05 WIB

Ekspansi PT CACS di Industri Cleaning Service: Target Ribuan Rekrutmen dan Bebrapa Proyek hingga Pertengahan 2026

Berita Terbaru

foto: LBH Gekira Tegaskan Agama Tak Legitimasi Kekerasan, Soroti Pernyataan Jusuf Kalla

News Metropolitan

Jusuf Kalla Disorot, LBH Gekira Tegaskan Agama Tak Benarkan Kekerasan

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:39 WIB

Foto: Sejumlah pengurus dan pegiat olahraga berkuda berbincang santai saat menghadiri ajang Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di kawasan Cibubur, Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Olahraga

Equestrian Indonesia Melesat, Bersiap Tembus Asian Games 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:23 WIB