Ekspansi PT CACS di Industri Cleaning Service: Target Ribuan Rekrutmen dan Bebrapa Proyek hingga Pertengahan 2026

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT CACS resmi menggelar open ceremony yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim dan Halal Bihalal di Jakarta,Kuningan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal perusahaan dalam memperkuat ekspansi bisnis jasa kebersihan (cleaning service) di Indonesia.

PT CACS resmi menggelar open ceremony yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim dan Halal Bihalal di Jakarta,Kuningan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal perusahaan dalam memperkuat ekspansi bisnis jasa kebersihan (cleaning service) di Indonesia.

Jakarta — PT CACS resmi menggelar open ceremony yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim dan Halal Bihalal di Jakarta,Kuningan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal perusahaan dalam memperkuat ekspansi bisnis jasa kebersihan (cleaning service) di Indonesia.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Komisaris Utama PT CACS, Biem T. Benyamin. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja di sektor jasa kebersihan.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di industri cleaning service, kami ingin membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan di Indonesia,” ujar Haji Biem.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi halal bihalal dan konferensi pers yang menghadirkan sejumlah pimpinan perusahaan dan mitra strategis, antara lain Sahrizal Hasan Direktur Utam CACS,Mohd Azhar Bin Baharuddin, Chairman CA Malaysia , Haji Che Mohd Amin Bin Hussin Pemilik CA Malaysia, serta Biem T. Benyamin.

Direktur Utama PT CACS, Sahrizal, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan perekrutan hingga Ribuan tenaga kerja dalam Tahun 2026 ini. Selain itu, peningkatan kualitas layanan kebersihan menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

“Memberikan pelayanan kebersihan terbaik kepada pelanggan merupakan misi utama kami, sekaligus membuka peluang kerja seluas-luasnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan asal-usul nama perusahaan. “CACS merupakan singkatan dari ‘CA’ yang merujuk pada Che Amin sebagai Pemilik CA Integrated Facilities Malaysia, dan ‘CS’ yang berarti sahabat,” jelasnya.

Sementara itu, Chairman CA, Datuk Azhar, menyoroti keunggulan perusahaan yang terletak pada pemanfaatan teknologi modern, termasuk penggunaan mesin robotik dalam operasional.

“Kami menghadirkan teknologi terbaru dan sistem branding mandiri yang akan menjadi nilai tambah di pasar Indonesia,” katanya.

Dari sisi operasional, PT CACS mengklaim telah mengantongi sejumlah proyek sejak mulai beroperasi awal bulan ini, mencakup wilayah Jakarta, Bandung, Karawang, hingga Yogyakarta. Ekspansi direncanakan akan berlanjut ke Jawa Timur dan sejumlah kota lainnya.

Perusahaan menargetkan ratusan proyek berjalan secara bertahap hingga pertengahan tahun 2026. Khusus pada Mei dan Juni, lebih dari proyek ditargetkan sudah aktif di berbagai lokasi.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, PT CACS juga menekankan pendekatan berbasis kesejahteraan tenaga kerja. Perekrutan akan diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek, dengan sistem penempatan kerja yang mempertimbangkan jarak tempat tinggal.

“Pekerja idealnya tidak perlu menempuh jarak jauh, maksimal sekitar dua kilometer dari lokasi kerja, sehingga lebih efisien dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkap manajemen.

Untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia, perusahaan turut menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan outsourcing dan lembaga pelatihan kerja guna memastikan tenaga kerja yang kompeten.

Pengalaman operasional di Malaysia juga menjadi referensi penting bagi perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kerja. Hal ini mendorong pemanfaatan teknologi robotik sebagai solusi efisiensi yang kini diimplementasikan di Indonesia.

Di tengah dinamika global seperti konflik geopolitik dan tekanan ekonomi, manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri jasa kebersihan. Kebutuhan akan layanan ini dinilai akan terus meningkat, bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang.

Dengan strategi ekspansi agresif, dukungan teknologi modern, serta tenaga kerja profesional, PT CACS optimistis mampu menjadi salah satu pemain utama di industri cleaning service nasional sekaligus mendorong pertumbuhan lapangan kerja di berbagai daerah.

Berita Terkait

Dukungan Global Menguat, Proposal Indonesia soal Royalti Digital Lanjut Dibahas di WIPO
Kinerja Solid Triwulan I 2026, bank bjb Perkuat Fundamental dan Transformasi Digital
Bank BJB Genap 65 Tahun, Tumbuh Bersama Nasabah dan Masyarakat Indonesia
ATM Perusahaan Tertelan, Anrico Pasaribu Desak Perbankan Benahi Standar Pelayanan
Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia
APINDO HSU Hadiri acara Teens & Kids Universe 2026, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional
Prabowo Bahas Langkah Antisipatif Jaga Stabilitas Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Menko PMK Ajak Semua Pihak Bersatu Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:37 WIB

Dukungan Global Menguat, Proposal Indonesia soal Royalti Digital Lanjut Dibahas di WIPO

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:16 WIB

Kinerja Solid Triwulan I 2026, bank bjb Perkuat Fundamental dan Transformasi Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

Bank BJB Genap 65 Tahun, Tumbuh Bersama Nasabah dan Masyarakat Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:06 WIB

ATM Perusahaan Tertelan, Anrico Pasaribu Desak Perbankan Benahi Standar Pelayanan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57 WIB

Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB