Dugaan Suap BEM UBK Disorot, Didi Mahardhika: Jangan Rusak Marwah Gerakan Mahasiswa

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Didi Mahardhika

Foto: Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Didi Mahardhika

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis,Didi Mahardhika, menyatakan keprihatinannya terhadap informasi yang belakangan viral mengenai dugaan keterlibatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dalam penerimaan suap terkait aksi mahasiswa. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, hal itu berpotensi mencoreng integritas gerakan mahasiswa di Indonesia.

“Saya sangat prihatin dengan ulah BEM Universitas Bung Karno yang berpotensi merusak integritas mahasiswa. Nama gerakan mahasiswa bisa menjadi rusak apabila benar ada praktik-praktik seperti yang ramai diberitakan,” ujar Didi dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, pendiri Universitas Bung Karno, itu mengungkapkan bahwa sejak ibundanya wafat pada 2021, dirinya tidak lagi dilibatkan dalam pengelolaan kampus maupun Yayasan Pendidikan Soekarno yang menaungi UBK.

“Sejak Ibu Rachmawati wafat, saya sudah tidak lagi berada dalam struktur penting pengelolaan yayasan. Bisa jadi UBK yang sekarang sudah tidak lagi sesuai dengan harapan almarhumah ketika mendirikan universitas tersebut. Dengan kata lain, UBK yang sekarang bisa jadi sudah berbeda jalan dengan cita-cita beliau,” katanya.

Didi menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus kekuatan moral yang diharapkan mampu menjaga idealisme dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memegang teguh idealismenya dan tidak terpancing oleh upaya-upaya yang dapat menghilangkan kepercayaan publik. Gerakan mahasiswa diharapkan menjadi kekuatan yang menyerap aspirasi rakyat sekaligus menjadi alat kontrol terhadap penguasa,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak terkooptasi oleh kepentingan elite politik tertentu yang dapat menggeser independensi perjuangan mahasiswa.

“Koreksi dari gerakan mahasiswa jangan sampai terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan elite politik tertentu. Gerakan mahasiswa harus tetap independen dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Menurut Didi, fungsi utama gerakan mahasiswa adalah mengawasi serta mengevaluasi jalannya program pemerintah, bukan mendorong penghentian program-program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gerakan mahasiswa sebaiknya mengawasi dan mengevaluasi program, bukan menghentikan program,” katanya.

Ia juga menyoroti tema sejumlah aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang, menurutnya, mengusung narasi “Menuju Indonesia Bangkrut” serta menyerukan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi. Akan tetapi, jangan sampai pelaksanaan hak tersebut justru menghambat amanat konstitusi yang diwujudkan pemerintah melalui program-program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti MBG dan KDMP,” ujar Didi.

Karena itu, ia berharap kritik yang disampaikan mahasiswa lebih diarahkan pada aspek pengawasan, transparansi, dan evaluasi pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kritik dari gerakan mahasiswa seharusnya berada pada ranah pengawasan dan evaluasi teknis pelaksanaannya, bukan pada upaya penghentian program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait

RSKO Jakarta Gandeng Masyarakat Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan
Teuku Faisal Optimistis Kepemimpinan Bambang GS Perkuat Kolaborasi Pers di Jakarta Barat
Haji Sarmilih Ajak Warga Jakarta Tahan Diri, Tolak Provokasi Pascakeributan Matraman
31 Atlet Merah Putih Siap Tantang Juara Dunia di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026
Si Jago Merah Lalap Rumah di Angke, Tiga Orang Alami Luka-Luka
Peringatan HAN 2026, PAUDQu Kharisma Kampanyekan Sekolah Ramah Anak
Vertu dan Yello Hotel Harmoni Ajak Warga Sulap Minyak Jelantah Jadi Sumber Penghasilan
Ombudsman Jabar Periksa Dugaan Penundaan Audiensi Terkait Proyek Geothermal Tampomas
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:57 WIB

RSKO Jakarta Gandeng Masyarakat Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:32 WIB

Teuku Faisal Optimistis Kepemimpinan Bambang GS Perkuat Kolaborasi Pers di Jakarta Barat

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Haji Sarmilih Ajak Warga Jakarta Tahan Diri, Tolak Provokasi Pascakeributan Matraman

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:29 WIB

31 Atlet Merah Putih Siap Tantang Juara Dunia di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:46 WIB

Si Jago Merah Lalap Rumah di Angke, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Berita Terbaru

Foto: Jelang HUT ke-81 RI, Munjirin Serahkan Bendera Merah Putih kepada 10 Camat

Wali Kota Jakarta Pusat

Jelang HUT ke-81 RI, Munjirin Ajak Warga Jakarta Timur Semarakkan Merah Putih

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:14 WIB