Kementerian UMKM: Perpres 38/2026 Jadi Fondasi Pengembangan Kewirausahaan Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai landasan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai landasan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

JAKARTA – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai landasan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan regulasi tersebut menjadi pedoman bersama bagi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan nasional.
“Perpres Nomor 38 Tahun 2026 menjadi pedoman bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional,” kata Riza dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8).

Menurut Riza, selama ini berbagai program pengembangan kewirausahaan telah dijalankan oleh berbagai pihak. Namun, pelaksanaannya masih berjalan sendiri-sendiri sehingga diperlukan kebijakan nasional yang mampu menyinergikan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan, pemerintah kini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wirausaha, tetapi juga membangun wirausaha yang inovatif, tangguh, mampu berkembang, serta menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional.

Perpres tersebut juga menetapkan Peta Jalan Kewirausahaan Nasional hingga 2045 yang terbagi dalam empat tahap, yakni Penguatan Kewirausahaan (2025–2029), Akselerasi Kewirausahaan (2030–2034), Ekspansi Global Kewirausahaan (2035–2039), dan Kewirausahaan Indonesia Emas (2040–2045).

Melalui peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional meningkat menjadi 3,6 persen pada 2029 dan mencapai 8 persen pada 2045.
“Target tersebut bukan sekadar angka, tetapi menghadirkan wirausaha yang inovatif, inklusif, berdaya saing, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia,” ujar Riza.

Selain itu, pemerintah mengubah pendekatan pengembangan kewirausahaan dari yang sebelumnya berfokus pada pelatihan menjadi pembangunan ekosistem yang mendampingi pelaku usaha sejak tahap perintisan hingga menjadi usaha yang mapan.

Ekosistem tersebut mencakup kemudahan akses informasi, perizinan, inkubasi bisnis, inovasi, digitalisasi, pembiayaan, standardisasi, hingga akses pasar. Menurut Riza, seluruh aspek tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat dijalankan oleh pemerintah sendiri.

Perpres Nomor 38 Tahun 2026 juga memberikan perhatian pada enam kelompok prioritas, yakni wirausaha sosial, wirausaha teknologi, wirausaha perempuan, wirausaha pemuda, wirausaha desa, dan wirausaha ekonomi kreatif.

Riza menilai penguatan kewirausahaan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing nasional. Menurutnya, semakin kuat ekosistem yang dibangun, semakin besar peluang lahirnya wirausaha berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Industri Pertambangan
Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai Pekan Kedua November
Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah
GAGA Resmi Luncurkan Mie Ayam Instan Pertama di Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Autentik
PT Palma Global Indonesia Tetapkan Trisno Romadhon jadi Direktur Wilayah Provinsi Riau
Puteri Remaja 2026 Digelar, Yello Harmoni Jakarta Fasilitasi Finalis dari Berbagai Daerah
PT Palma Global Indonesia Teken MoU Senilai 20 Triliun dengan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:51 WIB

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Industri Pertambangan

Selasa, 3 November 2026 - 09:42 WIB

Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai Pekan Kedua November

Senin, 2 November 2026 - 22:30 WIB

Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Senin, 2 November 2026 - 18:01 WIB

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

Senin, 2 November 2026 - 10:19 WIB

GAGA Resmi Luncurkan Mie Ayam Instan Pertama di Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Autentik

Berita Terbaru

Dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menjadi sorotan. Sejumlah perempuan disebut mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari sosok yang kini menjabat sebagai pimpinan Kementerian Agama tersebut.

Nasional

Dugaan Pelecehan Seret Nama Menag Nasaruddin Umar

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:25 WIB

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengusaha lokal mengambil peran lebih besar dalam industri pertambangan nasional. Langkah ini dilakukan agar kekayaan sumber daya alam Indonesia turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan tambang.

Bisnis Ekonomi

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Industri Pertambangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:51 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 November 2026. Foto: Istimewa.

Bisnis Ekonomi

Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Senin, 2 Nov 2026 - 22:30 WIB