BIAK NUMFOR – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan bantuan bagi siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Senin (3/8/2026).
Bantuan yang diberikan berupa 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat dan 88 tumbler bagi siswa. Selain itu, Tri bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga menyerahkan secara simbolis KTP elektronik (KTP-el) pemula kepada dua perwakilan siswa.
Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus TP PKK Pusat dan sejumlah pejabat daerah.
Tri juga mengajak para siswa membiasakan diri menggunakan tumbler sebagai bagian dari edukasi untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Dalam kegiatan tersebut, Tri bersama para pihak juga melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengatakan Program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan secara layak.
“Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia,” kata Tito.
Tito menjelaskan dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden untuk mengoordinasikan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengoptimalkan aset pemerintah yang belum dimanfaatkan agar dapat digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan.
Menurut Tito, Sekolah Rakyat akan dibangun dengan desain yang seragam di berbagai daerah. Fasilitasnya antara lain asrama, ruang kelas, ruang guru, hingga lapangan olahraga.
Program tersebut secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
“Diharapkan anak-anak yang bersekolah [di] Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya,” ujar Tito.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat Niken Tomsi, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.




































