ACEH TAMIANG – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meluncurkan Klinik UMKM Bangkit sebagai sentral pengaduan sekaligus pusat bantuan usaha bagi UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Peluncuran tersebut dilakukan saat kunjungan kerja Menteri UMKM ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).
Maman menjelaskan, Klinik UMKM Bangkit dibentuk untuk mempercepat pemulihan ekonomi UMKM terdampak bencana dengan target maksimal dalam jangka waktu satu tahun. Tahap awal berupa pemetaan UMKM akan berlangsung hingga Maret 2026.
Dikomandani pemerintah daerah, klinik ini bertugas mengurus layanan pembiayaan dengan memastikan UMKM terdampak bencana yang terdata dan memiliki tanggungan kredit di bank mendapatkan relaksasi pinjaman serta kecukupan modal usaha,” ujar Maman.
Selain sebagai pusat pengaduan, Klinik UMKM Bangkit juga akan difungsikan sebagai pusat perbelanjaan produk lokal UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Produk-produk tersebut akan dipasarkan baik di dalam maupun luar provinsi untuk menggerakkan kembali roda ekonomi di wilayah terdampak.
Klinik ini juga menyediakan layanan produksi bagi UMKM yang usahanya terhenti akibat bencana. Peralatan produksi akan difasilitasi sesuai kebutuhan agar pelaku usaha dapat kembali beroperasi.
“Klinik ini kita buat untuk melakukan pemetaan sekaligus mencari solusi agar UMKM di tiga provinsi, terutama di Aceh Tamiang, bisa hidup dan bangkit kembali,” kata Maman.
Maman juga mengimbau para pelaku UMKM terdampak bencana agar memprioritaskan pemulihan rumah tangga dan lingkungan terlebih dahulu tanpa terbebani persoalan utang usaha.
Maman menyebut Kementerian UMKM bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan perangkat aturan untuk memberikan relaksasi dan keringanan kredit bagi UMKM yang memiliki pinjaman di perbankan.
Klinik UMKM Bangkit akan berdiri di delapan titik di tiga provinsi. Di Aceh, klinik berlokasi di Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Di Sumatera Utara berada di Medan dan Tapanuli Tengah, sementara di Sumatera Barat berlokasi di Padang.
Maman menegaskan, meski berada di titik tertentu, setiap klinik akan melayani UMKM di wilayah terdampak di sekitarnya.
“Saya mohon Klinik UMKM Bangkit ini dijadikan rumah tempat berkumpulnya para UMKM di Aceh Tamiang. Jadikan klinik ini tempat mencari solusi, Insyaallah perangkatnya sudah disiapkan hingga ekonomi Aceh pulih dan normal kembali,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Maman juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan mulai mereaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang agar pedagang dapat kembali berjualan dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 140 tenda bantuan disiapkan sebagai lokasi berjualan sementara. Pemerintah daerah juga berencana menambah sekitar 200 tenda agar lebih banyak pedagang dapat kembali beraktivitas.
Silakan diatur bagus-bagus, dimanfaatkan baik-baik. Jaga kebersamaan,” kata Maman.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri UMKM berdialog langsung dengan para pelaku UMKM, didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Aceh Zulkifli yang mewakili Gubernur Aceh, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis.
Maman menyampaikan simpati dan apresiasinya kepada masyarakat Aceh Tamiang yang tetap tabah dan bersemangat untuk bangkit di tengah situasi bencana.
“Peristiwa ini dapat dihadapi dengan persatuan dan pikiran positif. Ini juga menjadi motivasi bagi kami di pemerintahan untuk bekerja lebih giat agar masyarakat bisa kembali hidup normal dan tetap berdaya,” tuturnya.




































