SBY Pertimbangkan Langkah Hukum Terkait Tuduhan Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Dok-Istimewa)

Foto: Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul maraknya tudingan di media sosial yang menyeret namanya dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Tuduhan tersebut dinilai sebagai fitnah yang tidak berdasar dan berpotensi mencederai kehormatan pribadi serta integritas politik SBY.

Pernyataan tersebut disampaikan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, melalui sebuah video yang diunggah di akun Facebook pribadinya. Dalam video itu, Andi menegaskan bahwa SBY merasa terganggu dengan narasi liar yang berkembang tanpa dasar fakta dan terus berulang di berbagai platform digital.

“Ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum. Memberikan somasi terhadap orang-orang yang menyebarkan fitnah ini,” ujar Andi Arief, dikutip, Sabtu (3/1/2025).

Menurut Andi, SBY secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya berada di balik mencuatnya isu ijazah palsu Jokowi. Bahkan, narasi yang beredar dinilai semakin menyesatkan karena mengaitkan SBY dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, seolah-olah keduanya berkolaborasi dalam membangun isu tersebut.

“Itu tidak benar. Pak SBY tidak berada di balik isu ijazah palsu, apalagi dikaitkan dengan konflik antara Pak Jokowi dengan Roy Suryo dan pihak-pihak lain,” tegas Andi.

Ia menjelaskan, selama ini hubungan antara SBY dan Jokowi terjalin dengan baik dan penuh saling menghormati, baik saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden maupun setelahnya. Karena itu, tuduhan yang berkembang dianggap sebagai upaya adu domba dan pembunuhan karakter yang tidak bertanggung jawab.

Andi Arief juga menyoroti pola penyebaran isu tersebut yang banyak dilakukan oleh akun-akun anonim. Ia menduga akun-akun tersebut memiliki afiliasi tertentu dan secara sengaja membangun narasi untuk menyeret nama besar SBY demi kepentingan politik tertentu.

“Sebagian besar yang menyebarkan isu ini adalah akun anonim. Ini yang membuat Pak SBY merasa terganggu, karena seolah-olah beliau dituduh melakukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa SBY masih mengedepankan pendekatan persuasif. Langkah hukum, menurutnya, merupakan opsi terakhir. Sebelum membawa persoalan ini ke ranah pidana atau perdata, SBY terlebih dahulu akan menempuh jalur somasi kepada pihak-pihak yang terbukti menyebarkan fitnah.

“Terbuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum. Ini soal keadilan. Pak SBY tidak melakukan apa yang dituduhkan, tetapi namanya difitnah secara terbuka,” kata Andi.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Arief juga mengimbau seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap solid dan aktif membela SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Ia menyebut serangan fitnah yang dialamatkan kepada SBY bersifat masif dan sistematis, sehingga memerlukan respons yang tegas namun tetap beretika.

“Kita tahu selama ini Pak SBY mengajarkan politik putih dan bersih. Tidak menyerang orang, tidak membuat fitnah. Tapi kalau kita dizalimi, kita akan melawan dengan cara yang benar,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan media sosial diramaikan oleh narasi yang menyebut SBY sebagai aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi, yang saat ini tengah menjadi perhatian publik dan disebut-sebut sedang ditangani Polda Metro Jaya. Narasi tersebut kerap mengaitkan Roy Suryo-mantan politisi Partai Demokrat dan eks Menteri Pemuda dan Olahraga pada era pemerintahan SBY-sebagai “jembatan” tudingan tersebut.

Hingga berita ini dirangkum, belum ada pernyataan resmi langsung dari Susilo Bambang Yudhoyono terkait langkah hukum yang akan ditempuh.

Namun, pihak Partai Demokrat menegaskan bahwa segala bentuk fitnah dan disinformasi terhadap SBY akan dihadapi secara konstitusional dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Menuju Pilpres 2029, Gabungan Nelayan-Petani Nyatakan Dukungan kepada Tubagus Bahrudin
Deklarasi Awal Pilpres 2029: Tubagus Bahrudin Gandeng Gatot Nurmantyo
Tubagus Bahrudin dan Gatot Nurmantyo Disebut dalam Wacana Pasangan Capres-Cawapres 2029
Rakernas Partai Golongan Berkarya Indonesia Dorong Konsolidasi dan Penguatan Organisasi
DPP Persatuan Petukang dan Pemborong Seluruh Indonesia Deklarasi Dukung Tubagus Bahrudin Capres 2029-2034
GMKDI Deklarasikan Dukungan untuk Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Pedagang Pasar Tradisional Deklarasikan Dukungan untuk Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Nelayan Bersuara Jelang Pilpres 2029, Tubagus Bahrudin Disebut sebagai Figur Alternatif
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Menuju Pilpres 2029, Gabungan Nelayan-Petani Nyatakan Dukungan kepada Tubagus Bahrudin

Kamis, 17 September 2026 - 11:05 WIB

Deklarasi Awal Pilpres 2029: Tubagus Bahrudin Gandeng Gatot Nurmantyo

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WIB

Tubagus Bahrudin dan Gatot Nurmantyo Disebut dalam Wacana Pasangan Capres-Cawapres 2029

Minggu, 13 September 2026 - 10:55 WIB

Rakernas Partai Golongan Berkarya Indonesia Dorong Konsolidasi dan Penguatan Organisasi

Sabtu, 12 September 2026 - 08:23 WIB

DPP Persatuan Petukang dan Pemborong Seluruh Indonesia Deklarasi Dukung Tubagus Bahrudin Capres 2029-2034

Berita Terbaru

Foto: Surat Hal Jawab

Hukum & Kriminal

PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo

Senin, 21 Sep 2026 - 19:22 WIB