Pengamat Nilai Dukungan Dini Partai Gema Bangsa ke Prabowo Terlalu Nebeng

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti kemunculan Partai Gema Bangsa yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti kemunculan Partai Gema Bangsa yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru.

Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti kemunculan Partai Gema Bangsa yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru. Partai berwarna biru tersebut langsung menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pemilu 2029.

Hendri menilai dukungan tersebut terlalu dini dan terkesan terang-terangan memanfaatkan efek ekor jas atau coattail effect dari popularitas Prabowo.
Memang Prabowo orang hebat, tapi kalau membentuk partai baru dan tiba-tiba nebeng ketenaran Prabowo, kenapa enggak bikin fans club saja?” ujar Hendri kepada wartawan, Selasa 20 Januari 2026.
Pria yang akrab disapa Hensa itu menyebut, kehadiran partai politik baru seharusnya memberi alternatif dan warna baru bagi masyarakat dalam kontestasi politik nasional. Namun, ia melihat Partai Gema Bangsa justru belum menunjukkan diferensiasi yang jelas.

Menurut Hensa, partai yang dipimpin Ahmad Rofiq tersebut tampak menjadikan dukungan politik sebagai komoditas elektoral demi kepentingan posisi semata.
“Seharusnya partai baru itu menghadirkan sesuatu yang segar atau berbeda. Buat apa membentuk partai baru kalau tidak menawarkan hal yang berbeda dibandingkan partai-partai yang sudah ada sekarang,” kata dia.

Hensa juga menilai pembentukan partai politik baru semestinya menjadi refleksi sekaligus koreksi terhadap praktik partai lama. Dengan begitu, partai baru bisa mewakili aspirasi kelompok masyarakat yang selama ini belum terakomodasi.
Kalau begini caranya, mungkin kepentingan elite politik terpenuhi, tapi masyarakat tidak melihat ada sesuatu yang baru. Ini justru menjadi masalah,” ujarnya.

Ia pun berpendapat partai politik baru seharusnya tampil sebagai kontestan yang benar-benar menjadi pembeda, bukan sekadar penumpang baru dalam barisan lama demi kepentingan pragmatis.
“Publik juga harus kritis. Kalau melihat fenomena seperti ini, wajar jika masyarakat mempertanyakan intensi sebenarnya dari pembentukan partai tersebut,” pungkas Hensa.

Berita Terkait

JK dan Prabowo Bahas Investasi Energi Hijau Rp70 Triliun, Dorong Percepatan Swasembada Energi Nasional
Webinar Nasional MAPPI & INKINDO Bahas Perlindungan Profesi Penilai & Konsultan di Mataram 10 Juni 2026
Eddy Martono Minta Pemerintah Matangkan Aturan Ekspor Satu Pintu Sawit
Usulan Men-HAM Pigai Soal Jabatan Strategis Polri Diisi Sipil, Habib Syakur Tegaskan Karakter Kepolisian Tak Bisa Disamakan dengan Lembaga Lain
Sari Yuliati Terpilih Aklamasi Pimpin Kosgoro 1957, Ricky Syahputra Apresiasi dan Tegaskan Konsolidasi Organisasi Menuju 2029
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran 72,2 Persen, Ekonomi Jadi Sorotan
Ancol Siapkan Ratusan Agenda Liburan Sekolah 2026 Hadirkan Wisata Edukasi Hiburan hingga Festival Budaya
Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Metro Jaya Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:48 WIB

JK dan Prabowo Bahas Investasi Energi Hijau Rp70 Triliun, Dorong Percepatan Swasembada Energi Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:44 WIB

Webinar Nasional MAPPI & INKINDO Bahas Perlindungan Profesi Penilai & Konsultan di Mataram 10 Juni 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WIB

Eddy Martono Minta Pemerintah Matangkan Aturan Ekspor Satu Pintu Sawit

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:38 WIB

Usulan Men-HAM Pigai Soal Jabatan Strategis Polri Diisi Sipil, Habib Syakur Tegaskan Karakter Kepolisian Tak Bisa Disamakan dengan Lembaga Lain

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:50 WIB

Sari Yuliati Terpilih Aklamasi Pimpin Kosgoro 1957, Ricky Syahputra Apresiasi dan Tegaskan Konsolidasi Organisasi Menuju 2029

Berita Terbaru