Pemerintah Perkuat Sistem Logistik Nasional Hadapi Tekanan Geopolitik Global

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memastikan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang memicu ketidakpastian perekonomian dunia dan mengganggu kelancaran rantai pasok internasional.

Pemerintah memastikan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang memicu ketidakpastian perekonomian dunia dan mengganggu kelancaran rantai pasok internasional.

Jakarta – Pemerintah memastikan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang memicu ketidakpastian perekonomian dunia dan mengganggu kelancaran rantai pasok internasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dinamika geopolitik global seperti kebijakan tarif resiprokal, konfrontasi geoekonomi, serta fragmentasi ekonomi akibat proteksionisme telah meningkatkan risiko dan biaya logistik lintas negara.

Logistik menjadi kunci utama. Pada saat terjadi dinamika geopolitik global, yang terdampak pertama kali adalah masalah logistik dan supply chain, dan ongkosnya sangat mahal,” ujar Susiwijono dalam kegiatan Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) bertajuk 2 Dekade Bersama APJP untuk Indonesia: Membangun Kemandirian Ekonomi & Mewujudkan Asta Cita”. Acara diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, asosiasi, pelaku usaha, serta media.

Susiwijono menegaskan, penguatan sistem logistik nasional yang efisien, terintegrasi, dan adaptif menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Ia menjelaskan, penguatan kinerja logistik nasional merupakan bagian dari enabler utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional yang dijalankan melalui tiga mesin pertumbuhan, yakni revitalisasi mesin ekonomi konvensional, pembangunan mesin ekonomi baru berbasis teknologi, serta peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia.

Strategi tersebut, lanjutnya, diperkuat oleh stabilitas makroekonomi, daya beli masyarakat yang terjaga, iklim investasi yang kondusif, pendalaman sektor keuangan, serta penguatan social security dan social safety net. Efisiensi biaya logistik dinilai menjadi faktor penting dalam menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Saya ingin membangun optimisme. Di tengah tantangan dan ketidakpastian global, fundamental ekonomi kita masih kuat,” kata Susiwijono.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan peran strategis Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional, tidak hanya melalui dukungan kelancaran ekspor-impor, tetapi juga kontribusi pemikiran, kajian, dan riset kebijakan di bidang kepabeanan dan logistik.

APJP merupakan wadah bagi perusahaan pemegang fasilitas Mitra Utama (MITA) Kepabeanan dan Authorized Economic Operator (AEO) yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan risiko rendah dalam kegiatan ekspor-impor. Asosiasi ini berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung kelancaran arus barang dan efisiensi proses kepabeanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Dwi Teguh Wibowo, Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susila Brata, Ketua Umum APJP Bob Azam, serta pengurus dan pimpinan perusahaan anggota APJP.

Berita Terkait

Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Pemudik Puas, Penggunaan Kendaraan Pribadi Masih Dominan
PROMO FASTCO PARKING: Tarif Hemat Parkir Aman, Solusi Cerdas di Tengah Padatnya Margonda
Ekspansi PT CACS di Industri Cleaning Service: Target Ribuan Rekrutmen dan Bebrapa Proyek hingga Pertengahan 2026
Indonesia Fit Festival 2026 Usung “The Sweat Awakening”, Padukan Olahraga, Musik, dan Gaya Hidup Urban
Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Australia, Fokus Produktivitas dan SDM
Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Warung Bu’De Wong Ndeso Hidupkan Cita Rasa Lamongan di Sentul, Sambal Nagih Jadi Magnet Utama
Airlangga: Pemerintah Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Siapkan WFH hingga Konversi Energi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:21 WIB

Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Pemudik Puas, Penggunaan Kendaraan Pribadi Masih Dominan

Sabtu, 4 April 2026 - 07:24 WIB

PROMO FASTCO PARKING: Tarif Hemat Parkir Aman, Solusi Cerdas di Tengah Padatnya Margonda

Kamis, 2 April 2026 - 19:05 WIB

Ekspansi PT CACS di Industri Cleaning Service: Target Ribuan Rekrutmen dan Bebrapa Proyek hingga Pertengahan 2026

Rabu, 1 April 2026 - 22:54 WIB

Indonesia Fit Festival 2026 Usung “The Sweat Awakening”, Padukan Olahraga, Musik, dan Gaya Hidup Urban

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:15 WIB

Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan Australia, Fokus Produktivitas dan SDM

Berita Terbaru