JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026. Sebanyak 6.800 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait disiagakan guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin, menyatakan bahwa operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, aparat gabungan akan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memastikan situasi lalu lintas tetap kondusif, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi akses keluar masuk kendaraan dari wilayah ibu kota.
“Personel gabungan akan tergelar untuk memberikan jaminan keamanan selama arus mudik, perayaan Idulfitri, hingga arus balik nanti,” ujar Komarudin saat memberikan keterangan di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pola pengamanan tahun ini dirancang lebih merata di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selain menempatkan petugas di jalur tol dan arteri utama, aparat juga disebar ke berbagai titik strategis lain yang berpotensi menjadi simpul kepadatan kendaraan.
Sebagai bagian dari dukungan pelayanan kepada masyarakat, aparat menyiapkan sebanyak 101 pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di berbagai lokasi. Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaturan lalu lintas, tetapi juga menyediakan layanan informasi, bantuan darurat, hingga fasilitas istirahat bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Pengamanan difokuskan pada tiga koridor utama yang menjadi jalur favorit pemudik dari Jakarta. Jalur barat menjadi perhatian karena merupakan akses menuju pelabuhan penyeberangan ke Sumatera. Sementara itu, jalur selatan menghubungkan wilayah ibu kota dengan daerah seperti Bogor dan Sukabumi yang juga menjadi jalur alternatif menuju wilayah Jawa Barat bagian selatan. Adapun jalur timur menjadi koridor vital bagi pemudik yang menuju berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan diprediksi meningkat signifikan, terutama di ruas jalan tol dan jalur nasional yang mengarah keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan pemudik.
Mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan secara matang. Kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, serta perencanaan waktu keberangkatan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.
Komarudin menekankan bahwa pengaturan waktu perjalanan dapat menjadi langkah efektif untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi pada masa puncak arus mudik maupun arus balik.
“Rencanakan perjalanan dengan baik. Jika memungkinkan, berangkatlah di luar perkiraan waktu puncak arus mudik maupun arus balik agar perjalanan lebih lancar dan aman,” tuturnya.
Selain penggelaran personel dan pos pelayanan, aparat kepolisian juga menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan secara situasional. Skema tersebut meliputi pengaturan arus kendaraan hingga penerapan sistem lalu lintas tertentu apabila terjadi kepadatan signifikan di jalur-jalur utama.
Dengan dukungan ribuan personel gabungan serta fasilitas pelayanan yang tersebar di berbagai titik, Polda Metro Jaya berharap tradisi mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Operasi pengamanan tersebut juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik, sekaligus memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berjalan lancar serta menjadi momen kebersamaan yang aman bagi seluruh keluarga.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































