Didi Sukarno Ingatkan Bahaya Distorsi Demokrasi

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prabowo Subianto menyerahkan dokumen pelantikan kepada Didi Mahardhika Sukarno dalam sebuah prosesi resmi di Istana Negara, Jakarta.

Foto: Prabowo Subianto menyerahkan dokumen pelantikan kepada Didi Mahardhika Sukarno dalam sebuah prosesi resmi di Istana Negara, Jakarta.

JAKARTA – Di tengah tekanan global dan dinamika politik dalam negeri, suara tentang nasionalisme kembali menemukan relevansinya. Didi Mahardhika Sukarno atau Didi menilai, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya soal ekonomi atau geopolitik, melainkan juga arah demokrasi yang mulai dipraktikkan secara keliru oleh sebagian pihak.

Sebagai cucu Soekarno, Didi memandang nasionalisme harus tetap menjadi fondasi dalam setiap praktik bernegara. Namun ia menyoroti adanya gejala demokrasi tidak lagi dijalankan sebagai alat koreksi yang sehat, tetapi dijadikan instrumen delegitimasi pemerintahan.

‘Demokrasi seharusnya mengoreksi, bukan meruntuhkan legitimasi negara’ menjadi garis pemikiran yang ia dorong dalam melihat situasi kekinian.

“Kritik terhadap pemerintah adalah bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun ketika kritik tersebut tidak lagi bertujuan memperbaiki, melainkan melemahkan kepercayaan publik secara sistematis, maka yang terjadi adalah distorsi demokrasi,” ujar Didi Mahardika Sukarno, dalam keterangan yang diterima, Kamis (9/4).

Ia menilai praktik seperti ini berbahaya, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Polarisasi yang dipicu oleh delegitimasi politik justru dapat menggerus persatuan nasional dan melemahkan posisi Indonesia di kancah internasional.

Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri, Didi menegaskan, demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai gotong royong, musyawarah, dan kepentingan bangsa. Ia mengingatkan, kebebasan berpendapat tidak boleh berubah menjadi alat menciptakan ketidakstabilan.

“Dalam situasi saat ini, Indonesia membutuhkan stabilitas politik yang ditopang kritik konstruktif, bukan serangan yang melemahkan legitimasi negara. Baginya, nasionalisme tidak hanya soal melawan pengaruh luar, tetapi juga menjaga kohesi di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Didi menempatkan dirinya dalam posisi untuk terus mendorong narasi kebangsaan yang menyejukkan sekaligus tegas.

Didi mengingatkan, perjuangan menjaga Indonesia tidak berhenti pada kemerdekaan, tetapi berlanjut dalam menjaga arah demokrasi agar tetap berada di jalur yang memperkuat, bukan melemahkan, bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi dan kontestasi politik, pemikiran Didi menjadi pengingat nasionalisme dan demokrasi sejatinya harus berjalan seiring, saling menguatkan demi keutuhan dan masa depan Indonesia.

Berita Terkait

Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita
Habib Syakur Ucapkan Selamat kepada Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto, Dorong RJ dan Rehabilitasi Pengguna Narkotika
10 Autogate Baru Beroperasi di Bandara Ahmad Yani, Pemeriksaan Imigrasi 25 Detik
PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Topang Pertumbuhan Data Center di Indonesia
Menaker Yassierli: Generasi Muda Tak Cukup Hanya Bermodal Ijazah
Kuasa Hukum Endang Sutisna Adukan Dugaan Pelanggaran SOP Dan Adminitrasi Polsek Johar Baru ke bareskrim polri
Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Regulasi Ketenagakerjaan, Rizal Djibran: Ini Sejarah Baru Industri Kreatif
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui, Segera Dibawa ke Paripurna DPR
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Habib Syakur Ucapkan Selamat kepada Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto, Dorong RJ dan Rehabilitasi Pengguna Narkotika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:43 WIB

10 Autogate Baru Beroperasi di Bandara Ahmad Yani, Pemeriksaan Imigrasi 25 Detik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Topang Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Menaker Yassierli: Generasi Muda Tak Cukup Hanya Bermodal Ijazah

Berita Terbaru