Freshman Fair 2026 Bertransformasi Jadi Panggung Ekspresi Musisi Kampus, Digagas Eric Sudrajat

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eric Sudrajat, Project Officer

Foto: Eric Sudrajat, Project Officer "Freshman Fair 2026". (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Kegiatan tahunan mahasiswa bertajuk Freshman Fair 2026 mengalami perubahan signifikan tahun ini. Di bawah koordinasi Project Officer Eric Sudrajat, acara yang sebelumnya identik dengan seremoni formal, bertransformasi menjadi ruang ekspresi kreatif yang menonjolkan potensi musisi kampus lintas disiplin ilmu.

Perubahan konsep tersebut tidak hanya berdampak pada format acara, tetapi juga pada atmosfer yang tercipta selama kegiatan berlangsung. Freshman Fair 2026 tampil lebih dinamis, terbuka, dan interaktif, dengan menghadirkan delapan band mahasiswa dari berbagai jurusan serta satu band utama yang berasal dari komunitas musik teknik.

Eric Sudrajat menjelaskan, pendekatan yang ia gunakan bertujuan untuk memberikan ruang bagi musisi muda agar dapat menunjukkan karakter dan identitas mereka di atas panggung. Menurutnya, musik memiliki peran penting sebagai medium pemersatu sekaligus sarana ekspresi mahasiswa.

“Konsep yang kami dorong adalah keterlibatan. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut merasakan energi yang dibangun oleh para penampil,” ujar Eric dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Sebagai seorang musisi yang juga aktif sebagai drummer, Eric memahami bahwa panggung merupakan elemen penting dalam proses perkembangan seorang musisi. Oleh karena itu, ia merancang kurasi penampil yang tidak hanya beragam secara genre, tetapi juga memiliki ciri khas masing-masing.

Penampilan yang disuguhkan mencakup berbagai aliran, mulai dari pop hingga rock, dengan pendekatan yang tetap mudah diterima oleh audiens luas tanpa menghilangkan identitas musikal setiap band. Hal ini dinilai berhasil menciptakan suasana yang inklusif sekaligus memperkuat karakter masing-masing penampil.

Tidak hanya berfokus pada performa panggung, penyelenggaraan Freshman Fair 2026 juga menyoroti pentingnya adaptasi musisi terhadap perkembangan era digital. Eric menekankan bahwa keberhasilan musisi saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh konsistensi dalam berkarya dan kemampuan membangun audiens.

“Musisi saat ini dituntut untuk aktif dan konsisten. Eksposur digital menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan karya,” katanya.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa teknik, Eric mengaku tetap menjaga komitmennya di dunia musik. Ia bersama bandnya saat ini tengah mempersiapkan materi untuk proses rekaman sebagai langkah lanjutan dalam pengembangan karier bermusik.

Lebih jauh, Eric menegaskan bahwa inisiatif yang ia lakukan melalui Freshman Fair 2026 bukan sekadar menghadirkan acara hiburan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem kreatif di lingkungan kampus. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi lahirnya karya-karya baru dari kalangan mahasiswa.

“Kampus seharusnya tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga tempat berkembangnya kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Transformasi Freshman Fair 2026 ini menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa dapat dikemas secara lebih relevan dan berdampak, tanpa meninggalkan esensi utamanya. Dengan konsep yang lebih inklusif dan berorientasi pada pengembangan talenta, acara ini dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi musisi kampus untuk mendapatkan panggung dan pengakuan.

Sejumlah pengamat kegiatan mahasiswa menilai, langkah tersebut dapat menjadi model baru dalam pengelolaan event kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Jika konsistensi dapat dijaga, bukan tidak mungkin panggung-panggung serupa akan melahirkan musisi muda yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya
Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas
Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat
Pramono Tinjau Proyek Jalan 1,8 Kilometer, Konektivitas Kelapa Gading–Pulogadung Diperkuat
Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan
RPA Ilegal Tetap Beroperasi Usai Disidak, Penerapan Aturan Pemkot Jaksel Dipertanyakan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:00 WIB

PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Pramono Tinjau Proyek Jalan 1,8 Kilometer, Konektivitas Kelapa Gading–Pulogadung Diperkuat

Berita Terbaru