MANOKWARI – Dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 1801/Manokwari terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya dalam bentuk partisipasi simbolik, warga Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, terlibat aktif secara langsung, termasuk para mama-mama Papua yang mengambil peran penting di dapur umum guna mendukung operasional Satgas TMMD, Sabtu (25/4/2026).
Keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan ini menjadi elemen krusial yang menopang kelancaran program di lapangan. Mereka secara sukarela menyiapkan kebutuhan konsumsi harian bagi personel TNI yang tengah mengerjakan berbagai proyek pembangunan fisik dan nonfisik di wilayah tersebut.
Kepala Dapur Satgas TMMD, Sertu Usman, menegaskan bahwa kontribusi masyarakat, khususnya mama-mama Papua, memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas kerja personel di lapangan. Menurutnya, ketersediaan logistik yang terjamin memungkinkan prajurit lebih fokus menjalankan tugas pembangunan.
“Kehadiran mama-mama Papua sangat membantu. Kebutuhan konsumsi anggota dapat terpenuhi dengan baik, sehingga pekerjaan di lapangan bisa berjalan lebih maksimal dan tepat waktu,” ujar Sertu Usman.
Program TMMD sendiri merupakan salah satu strategi terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terisolasi, maupun daerah yang membutuhkan penguatan infrastruktur dasar. Di Kampung Tanah Rubuh, sejumlah sasaran pembangunan tengah dikerjakan, mulai dari perbaikan akses jalan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di sisi lain, partisipasi warga tidak semata didorong oleh ajakan formal, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan desa. Hal ini disampaikan oleh salah satu warga, Onice Dowansiba, yang turut ambil bagian dalam kegiatan dapur umum.
“Walaupun kami hanya membantu memasak, ini bentuk dukungan kami agar program TMMD berjalan lancar dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat di kampung ini,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan adanya rasa memiliki (sense of ownership) dari masyarakat terhadap program yang dijalankan. Keterlibatan aktif ini juga memperlihatkan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat.
Namun demikian, sejumlah pengamat pembangunan desa menilai keberhasilan program seperti TMMD juga perlu diukur secara berkelanjutan, tidak hanya dari aspek partisipasi saat pelaksanaan, tetapi juga dari dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta kesinambungan program pascapelaksanaan menjadi faktor penting yang menentukan efektivitasnya.
Di tengah dinamika tersebut, peran mama-mama Papua di dapur umum menjadi simbol kuat nilai gotong royong yang masih terjaga. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa keberhasilan pembangunan di daerah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan institusi, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, TMMD ke-128 di Manokwari tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial antara TNI dan rakyat, sebuah kemanunggalan yang menjadi ciri khas sekaligus kekuatan utama program ini.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































