JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan sebagai langkah strategis pemerintah dalam mencetak 10 juta pengusaha baru hingga 2029.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029. Semakin banyak wirausaha yang lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” kata Maman dalam kegiatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Jakarta, Kamis (11/6).
Menurut Maman, Bursa Wirausaha Unggulan menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program tersebut memberikan akses pembinaan usaha mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas, legalitas dan sertifikasi, manajemen keuangan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.
Pemerintah ingin menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga akhirnya dibuka akses pembiayaan dan pemasaran,” ujarnya.
Maman menjelaskan akses pembiayaan dalam program itu mencakup pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra lainnya.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Dalam agenda tersebut juga dilakukan Deklarasi Wirausaha sebagai bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
UMKM harus terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah yang disebut ekonomi yang berkeadilan,” kata Muhaimin.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi wirausaha baru berbasis inovasi dan potensi lokal.
Kampus diharapkan menjadi fasilitator lahirnya wirausahawan berbasis mahasiswa sekaligus berkontribusi dalam mengakselerasi lahirnya wirausaha yang berbasis pada potensi dan budaya lokal,” ujarnya.
Selain layanan konsultasi dan pendampingan usaha, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah agenda pengembangan kapasitas seperti Founder Talk, Workshop Artificial Intelligence (AI), Workshop Kemitraan, Dapur Inovasi UMKM, hingga pameran produk dan inovasi pelaku usaha. :::




































