Ditjenpas Klarifikasi Video Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Sebut Kejadian Lama

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mengklarifikasi video mengenai kejadian di rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu yang kembali beredar di sejumlah akun media sosial.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mengklarifikasi video mengenai kejadian di rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu yang kembali beredar di sejumlah akun media sosial.

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mengklarifikasi video mengenai kejadian di rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu yang kembali beredar di sejumlah akun media sosial.

Juru Bicara Ditjenpas Rika Aprianti mengatakan video tersebut merupakan dokumentasi kejadian yang berlangsung pada November 2024. Video itu kembali diunggah sejumlah akun media sosial dengan narasi yang dinilai tidak tepat, terutama terkait waktu kejadian.

“Video tersebut adalah video lama yang terjadi pada November 2024,” kata Rika dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Rika menjelaskan, RB yang saat itu menjabat sebagai Kalapas Waingapu telah diberikan tindakan setelah kejadian tersebut. RB dicopot dari jabatannya, menjalani pemeriksaan, serta dikenai tindakan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan RB saat ini berstatus sebagai ASN pada Kanwil Ditjenpas Jambi. Namun, RB telah diberhentikan sementara karena sedang menjalani proses hukum dan ditahan oleh Polda Jambi terkait dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba.
“Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Rika, Ditjenpas tetap berkomitmen menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan. Sanksi akan diberikan apabila pelanggaran tersebut terbukti.
“Komitmen kami tetap sama, tidak ada toleransi terhadap terjadinya pelanggaran. Apabila terbukti maka sanksi tegas akan diterapkan,” kata dia.

Di sisi lain, Ditjenpas mengapresiasi masukan dari masyarakat terkait informasi yang beredar. Masyarakat juga diminta membantu mengoreksi informasi yang tidak sesuai fakta dan tidak terburu-buru membentuk opini sebelum memperoleh informasi yang terverifikasi.

Rika mengimbau masyarakat untuk mengedepankan informasi yang telah terverifikasi serta memahami konteks suatu peristiwa secara utuh.

“Kami berharap dukungan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan informasi yang telah terverifikasi, memahami konteks suatu peristiwa secara utuh, serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi maupun kesalahpahaman di ruang publik,” ujarnya.

Berita Terkait

Pigai Sebut Dugaan Penyadapan Libatkan Listyo Sigit sebagai Pengkhianatan Negara
Imigrasi Selidiki Dugaan Perkawinan Pesanan Libatkan 4 WNA China di Lampung
18 Perusahaan Asuransi Tempuh Banding atas Putusan Ganti Rugi Rp1,3 Triliun, Nugraha Budi Pimpin Tim Kuasa Hukum
Polri Tetapkan Listyo Sigit Prabowo dan Dua Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Ribuan Korban NET89 Menanti Rp1,5 Triliun, Bareskrim Kejar Pertanggungjawaban PT SMI
Soroti Mafia Tanah dan Sengketa Kepemilikan, Santrawan Paparang Minta Prabowo Hadirkan Keadilan
Kakanwil Ditjenpas Sumut Apresiasi Inovasi Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura
Kemenimipas Lantik 28 Pejabat, Sejumlah Pimpinan Ditjenpas Bergeser
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:27 WIB

Pigai Sebut Dugaan Penyadapan Libatkan Listyo Sigit sebagai Pengkhianatan Negara

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Imigrasi Selidiki Dugaan Perkawinan Pesanan Libatkan 4 WNA China di Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 14:11 WIB

18 Perusahaan Asuransi Tempuh Banding atas Putusan Ganti Rugi Rp1,3 Triliun, Nugraha Budi Pimpin Tim Kuasa Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 23:44 WIB

Polri Tetapkan Listyo Sigit Prabowo dan Dua Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 23:08 WIB

Ribuan Korban NET89 Menanti Rp1,5 Triliun, Bareskrim Kejar Pertanggungjawaban PT SMI

Berita Terbaru