JAKARTA TIMUR – Rumah Muhinah, warga dhuafa di Kampung Baru, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan nyaris ambruk, kini telah selesai direnovasi.
Perubahan kondisi hunian tersebut merupakan bagian dari program bedah rumah yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Kota Administrasi Jakarta Timur.
Proses renovasi berlangsung sekitar satu bulan. Penyelesaian program ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus penyerahan kunci rumah kepada Muhinah, Jumat (4/9/2026).
Kunci rumah diserahkan langsung oleh Camat Cakung Rohmad. Ia berharap rumah yang telah diperbaiki dapat memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi Muhinah dan keluarganya.
“Alhamdulillah, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, penyerahan kunci bedah rumah untuk Ibu Muhinah kita serahterimakan. Semoga ini menjadi hunian yang membahagiakan ke depannya,” kata Rohmad.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Muhinah tergolong tidak layak huni. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan kebocoran kerap terjadi saat hujan. Kondisi tersebut membuat penghuni khawatir karena bangunan dinilai berisiko mengalami kerusakan lebih parah hingga ambruk.
Rohmad mengapresiasi Baznas Bazis Jakarta Timur yang telah menyalurkan dana umat melalui program bedah rumah tersebut.
Menurutnya, bantuan semacam itu menjadi bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri.
Rohmad pun mengajak masyarakat di wilayah Cakung untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Bazis Jakarta Timur.
“Untuk sesama, mari kita berbagi kebahagiaan. Semoga kepedulian masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Kepala Pelaksana Wilayah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Nafisah mengatakan kondisi rumah Muhinah menjadi perhatian setelah dilakukan asesmen sebelum renovasi.
Hasil asesmen menunjukkan bangunan mengalami kerusakan cukup parah dan sering mengalami kebocoran. Karena itu, renovasi dinilai diperlukan untuk mengurangi risiko keselamatan bagi penghuni.
“Alhamdulillah, pembangunan bedah rumah ini telah rampung. Sebelumnya berdasarkan asesmen, kondisinya rusak parah dan kerap bocor sehingga dikhawatirkan ambruk. Kini kita melihat bersama bangunannya sudah jauh lebih baik dan tentunya menghadirkan senyuman kebahagiaan bagi penerima manfaat,” ujar Eka.
Bagi Muhinah, perubahan kondisi rumah tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia mengaku tidak lagi dihantui kekhawatiran rumah bocor maupun bangunan yang berpotensi ambruk.
“Terima kasih banyak Baznas Bazis Jakarta Timur. Saya sangat bersyukur sekali. Dulu rumah bocor dan khawatir ambruk, sekarang sudah direnovasi dan sangat menggembirakan,” kata Muhinah.
Program bedah rumah tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
(Helmi AR)




































