JAKARTA – PT Palma Global Indonesia bersama Gabungan Koperasi Indonesia (GKI) menyiapkan rencana kerja sama untuk membangun jaringan Pom Mini Minyak Sawit Indonesia di setiap kecamatan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk berbasis minyak sawit sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui penguatan peran koperasi di tingkat daerah.
Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., dalam keterangannya pada Minggu (13/9/2026), mengatakan kerja sama antara PT Palma Global Indonesia dan GKI akan mengedepankan jaringan koperasi yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai bagian dari pengembangan program tersebut.
Menurutnya, keberadaan Pom Mini Minyak Sawit Indonesia di tingkat kecamatan diharapkan tidak hanya menjadi sarana distribusi, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
“PT Palma Global Indonesia bekerja sama dengan Gabungan Koperasi Indonesia untuk membangun Pom Mini Minyak Sawit Indonesia di setiap kecamatan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat,” ujar Tubagus Bahrudin.
Ia menilai pengembangan jaringan berbasis koperasi perlu dilakukan dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, tata kelola, aspek legalitas, standar keselamatan, serta mekanisme distribusi dan pengawasan. Dengan demikian, program yang direncanakan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi memiliki sistem operasional yang jelas dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem usaha yang melibatkan masyarakat secara lebih luas. Koperasi di tingkat kecamatan dapat berperan dalam pengelolaan dan pelayanan, sementara PT Palma Global Indonesia dapat mendukung aspek pengembangan usaha dan jaringan sesuai dengan kesepakatan kerja sama.
Namun, rencana pembangunan Pom Mini Minyak Sawit Indonesia tersebut tetap membutuhkan kejelasan mengenai tahapan pelaksanaan, lokasi prioritas, model investasi, kapasitas fasilitas, sumber pasokan, standar produk, serta perizinan yang diperlukan. Kejelasan aspek tersebut menjadi penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku koperasi.
Tubagus Bahrudin menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan koperasi harus diarahkan pada manfaat yang konkret bagi masyarakat. Menurut dia, pembangunan jaringan Pom Mini di tingkat kecamatan harus dibarengi dengan tata kelola profesional, transparansi, serta pengawasan yang memadai.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini dapat dikelola secara profesional, transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta anggota koperasi,” katanya.
Jika terealisasi sesuai rencana, jaringan Pom Mini Minyak Sawit Indonesia yang tersebar di tingkat kecamatan berpotensi menjadi salah satu model pengembangan usaha berbasis koperasi. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan regulasi, infrastruktur, pasokan, pengelolaan usaha, serta konsistensi kerja sama antara PT Palma Global Indonesia, GKI dan para pemangku kepentingan di daerah.
Dengan pendekatan tersebut, program ini diharapkan tidak sekadar memperluas jaringan usaha, tetapi juga mampu membangun rantai ekonomi yang melibatkan koperasi dan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: Fahmy Nurdin

































