Pemprov DKI Jakarta Menanam 60 Pohon Tatebuya di Srengseng Jakbar

- Jurnalis

Sabtu, 17 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, okjakarta.com – Sebanyak 67 pohon tabebuya ditanam di lahan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di lingkungan RT 07/3, Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2024).

“Kami bersinergi dengan Sudis Pertamanan dan Hutan Kota Jakbar, melakukan penanaman sebanyak 60 pohon tabebuya di areal lahan yang peruntukkannya Tempat Pemakamam Umum (TPU) milik aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta,” ujar Lurah Srengseng, Adit Pratama.

Menurutnya, kegiatan penanaman pohon di areal kurang lebih 1300 meter persegi dilakukan dalam rangka mengamankan aset milik Pemprov DKI Jakarta sekaligus rencana pembangunan taman interaktif atau Taman Maju Bersama (TMB).

“Sebelumnya ada permohonan dari masyarakat RW 03 untuk memiliki taman interaktif ruang terbuka yang didalamnya terdapat sejumlah fasilitas dan sarana seperti jogging track, kolam retensi, lapangan bulutangkis dan lainnya,” tuturnya.

Ia pun bersyukur bahwa usulan warga tersebut diamini Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat.

“Alhamdulillah, usulan itu disambut baik Sudis Tamhut Jakarta Barat. Karena memang lahan yang peruntukkannya TPU belum terpakai. Untuk sementara, dalam rangka pengamanan aset, kita lakukan penanaman pohon sebanyak 60 pohon tabebuya,” jelasnya.

Ia menuturkan. rencana pembangunan taman interaktif pada ruang terbuka menunggu anggaran.

“Intinya, semangat kita pertama mengamankan aset karena disitu sebelumnya sudah ada sejumlah kandang ayam milik warga. Kedua, kebutuhan warga untuk taman interaktif di areal tersebut,” tambahnya.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, Romi Sidharta menambahkan, bahwa program penanaman pohon ini merupakan program rutin dan berkesinambungan yang pelaksanaannya dilaksanakan pada tiap hari Jumat yang menyebar di wilayah Kota Jakarta Barat.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam, agar lingkungan kita menjadi asri dan lestari,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sengketa Lahan Kunciran Jaya Memanas, Ahli Waris Laporkan Dugaan Penyerobotan 2.300 Meter ke Polda Metro Jaya
Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah
Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan
Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang
Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi
Polemik Sinking Fund dan Service Charge di PGC, Relawan Tegak Lurus Prabowo Pertanyakan Transparansi Pengelolaan
Embung Cakung Barat Dibangun 2026, DPRD DKI Diminta Tanggapi Cepat Demi Solusi Banjir Jakarta Timur
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 17:34 WIB

Sengketa Lahan Kunciran Jaya Memanas, Ahli Waris Laporkan Dugaan Penyerobotan 2.300 Meter ke Polda Metro Jaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:58 WIB

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah

Senin, 9 Februari 2026 - 18:26 WIB

Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang

Berita Terbaru

Foto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Matsani, memberikan keterangan terkait proses rekrutmen Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang disebut telah dilaksanakan sesuai regulasi dan kebutuhan wilayah, Senin (16/2/2026).

News Metropolitan

Kesbangpol DKI: FKDM Strategis untuk Deteksi Ancaman Wilayah

Senin, 16 Feb 2026 - 17:30 WIB