Berita Hoax Dolar AS Tembus di Level 8.170,65

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Data nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang beredar pada Sabtu (1/2) menunjukkan perbedaan mencolok. Google Finance mencatat kurs USD berada di level Rp8.170,65, sementara informasi dari BCA per pukul 06.36 WIB masih menunjukkan nilai tukar sekitar Rp16.000 per dolar.

 

Perbedaan ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan pelaku pasar. Nilai tukar dolar terhadap rupiah biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan kebijakan moneter dalam negeri. Oleh karena itu, sumber data yang digunakan dapat menghasilkan angka yang berbeda tergantung pada metode perhitungan dan waktu pembaruan.

 

Analis keuangan menyarankan agar masyarakat selalu memverifikasi informasi kurs dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada perdagangan internasional.

 

Sebelumnya, pada September 2024, pemerintah dan DPR telah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah di angka Rp16.000 per dolar dalam APBN 2025. Hal ini semakin memperjelas bahwa kurs rupiah yang beredar di pasar saat ini masih berada di kisaran tersebut.

 

Rupiah Ditutup Melemah, Parkir di Level Rp16.305 per Dolar AS Mata Uang Asia Januari 2025: Baht Perkasa, Rupee dan Rupiah Lesu Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini,

 

Sepanjang Januari 2025, rupiah sudah terdepresiasi 1,06% terhadap dolar AS dari posisi akhir 2024. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,406% ke 108,203. Sepanjang tahun berjalan 2025, indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS di hadapan sekeranjang mata uang utama itu sempat menyentuh level tertinggi 109,65 pada 10 Januari 2025.

 

Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar yen Jepang melemah 0,213%, dolar Hong Kong melemah 0,015%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,5%. Di Asean, dolar Singapura melemah 0,117%, peso Filipina merosot 0,08%, ringgit Malaysia melemah 1,32%, dan baht Thailand menguat 0,04% terhadap dolar AS pada Jumat (31/1/2025) sore.

 

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap cermat dalam mengambil keputusan keuangan dan selalu mengacu pada informasi dari sumber terpercaya.

Berita Terkait

Polwan Satgas Damai Cartenz Hadir di Pasar Keyabi, Perkuat Rasa Aman dan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga Nduga
BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional
Herry Dahana: Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Sukseskan Kepemimpinan Prabowo
Demo #IndonesiaMenujuBangkrut: Mahasiswa Kritik APBN, Harga BBM hingga Program Strategis Pemerintah
Dosen Pascasarjana UNIYAP Papua: Kenaikan Pertamax Harus Diimbangi Transparansi dan Penguatan Ekonomi
UU Polri Baru dan Wacana Jabatan Sipil, Dr. Mansur: Menata Arah Reformasi Kepolisian di Era Digital
Naek Pangaribuan: UU Polri Baru Jadi Tonggak Penguatan Kepolisian di Era Ancaman Siber dan AI
Wakapolri Ajak Nobar Gratis Piala Dunia 2026 Serentak di Seluruh Indonesia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:08 WIB

Polwan Satgas Damai Cartenz Hadir di Pasar Keyabi, Perkuat Rasa Aman dan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga Nduga

Senin, 15 Juni 2026 - 17:57 WIB

BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:28 WIB

Herry Dahana: Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Sukseskan Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:11 WIB

Demo #IndonesiaMenujuBangkrut: Mahasiswa Kritik APBN, Harga BBM hingga Program Strategis Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dosen Pascasarjana UNIYAP Papua: Kenaikan Pertamax Harus Diimbangi Transparansi dan Penguatan Ekonomi

Berita Terbaru

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan sekitar 77 persen pelaku UMKM di Indonesia masih belum memiliki legalitas usaha dan menjalankan aktivitas bisnis secara informal.

Bisnis Ekonomi

Menteri UMKM: 77 Persen Pelaku UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:00 WIB