Ketum RKIH Kris Budihardjo Tanggapi Isu Ijazah Palsu Jokowi: “Ini Upaya Mendiskreditkan Indonesia”

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum RKIH Kris Budihardjo Tanggapi Isu Ijazah Palsu Jokowi:

Ketum RKIH Kris Budihardjo Tanggapi Isu Ijazah Palsu Jokowi: "Ini Upaya Mendiskreditkan Indonesia" Foto: (Dok-Istimewa).

JAKARTA – Isu terkait ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden RI ke-7, Joko Widodo, terus menjadi perbincangan publik. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), Kris Budihardjo, yang dikenal sebagai sahabat dekat Jokowi, menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari narasi yang sengaja dibangun untuk mendiskreditkan Indonesia dan memojokkan figur nasional yang berpengaruh secara internasional.

“Kalau dipikir secara logika, mana mungkin seseorang bisa lima kali ikut pemilu, dari wali kota, gubernur, hingga presiden dua periode, tanpa melalui verifikasi ijazah yang ketat? Ini sebetulnya bukan soal ijazah, tapi ada motif besar untuk membuat Indonesia terlihat buruk di mata dunia,” tegas Kris saat ditemui di Jakarta, pada Rabu (7/5/2025).

Ia menyebut bahwa isu ini hanyalah upaya sebagian kelompok kecil yang tidak suka melihat Indonesia maju, apalagi di bawah kepemimpinan seperti Jokowi yang dianggap berhasil membawa citra Indonesia ke tingkat global. “Ada yang bahkan menyebut sekolah SD, SMP, dan SMA-nya Pak Jokowi palsu. Ini kan lucu, mengada-ada. Kalau hanya sekadar isu di media sosial mungkin bisa dimaklumi, tapi ketika orang-orang mulai datang ke rumah dan ke UGM untuk menuntut bukti, itu sudah melewati batas,” ujarnya.

Kris juga menyinggung bahwa tindakan semacam itu bisa memicu konflik sosial. “Masyarakat harus hati-hati. Orang Jawa punya filosofi: ‘nyari bumi paling pagi’. Kalau sudah menyangkut kehormatan dan keluarga, ini bisa membangkitkan perlawanan yang serius. Jangan sampai ada gesekan horizontal gara-gara isu yang sebenarnya absurd,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa yang harus diwaspadai bukan hanya penyebar isu, tetapi pihak-pihak di balik layar yang memiliki kepentingan besar. “Ini bukan sekadar tudingan terhadap individu, tapi ada desain besar yang tujuannya menjatuhkan reputasi Indonesia. Kita harus waspada terhadap kelompok-kelompok yang punya jaringan internasional dan tidak ingin negeri ini menjadi kekuatan global,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Kris Budihardjo mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Santai saja, jangan cepat terpengaruh. Kita harus lawan narasi negatif dengan prestasi dan fakta. Jangan biarkan Indonesia dinilai hanya dari gosip ecek-ecek seperti ini,” pungkasnya.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Tito: Pemda Punya Peran Penting Jaga Harga dan Kendalikan Inflasi
BGN Suspend Berat SPPG Batang Usai 219 Penerima MBG Terdampak
Personel Satlap Tricakti Gagalkan Penyelundupan 3,6 Ton Pasir Timah di Air Saga Belitung.
KSPSI dan FSPPI Suarakan Perlindungan Pekerja, RUU Ketenagakerjaan Dikebut
Alumni P2NK Angkatan 219 Lemhannas RI Audiensi ke Gubernur Lemhannas, Bahas Penguatan Nilai Kebangsaan
Peserta MagangHub Diminta Siapkan 5 Hal Sebelum Mulai Magang
Menko PMK Dorong Industri Obat Mandiri Berbasis Kekayaan Hayati Indonesia
MTQ Nasional XXXI Semarang Dorong Generasi Qur’ani Menuju Indonesia Emas Berkeadaban
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:50 WIB

Tito: Pemda Punya Peran Penting Jaga Harga dan Kendalikan Inflasi

Jumat, 25 September 2026 - 08:33 WIB

BGN Suspend Berat SPPG Batang Usai 219 Penerima MBG Terdampak

Jumat, 25 September 2026 - 01:08 WIB

Personel Satlap Tricakti Gagalkan Penyelundupan 3,6 Ton Pasir Timah di Air Saga Belitung.

Kamis, 24 September 2026 - 12:49 WIB

KSPSI dan FSPPI Suarakan Perlindungan Pekerja, RUU Ketenagakerjaan Dikebut

Rabu, 23 September 2026 - 11:27 WIB

Alumni P2NK Angkatan 219 Lemhannas RI Audiensi ke Gubernur Lemhannas, Bahas Penguatan Nilai Kebangsaan

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah anak yatim menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang digelar Unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/9/2026).

TNI & POLRI

Polsek Tambora Hadirkan Jumat Berkah, Anak Yatim Terima Santunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:57 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat mengikuti penilaian Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Bawa Nama DKI di Pentas Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:37 WIB

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:40 WIB