Virpia Puteri Dunar Luncurkan Buku Kenangan untuk Sang Ayah: Aku Tulis Ini dari Hati

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Virpia Puteri Dunar. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Virpia Puteri Dunar. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara peluncuran buku karya remaja berbakat, Virpia Puteri Dunar bertajuk “Finding Your Voice: Everything I Couldn’t Say“, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (22/6).

Buku yang ditulis oleh siswi SMP yang akrab disapa Via ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan sebuah persembahan penuh cinta untuk mengenang sang ayah, Almarhum Hilbram Dunar.

“Aku sih senang banget bisa ada box launch event ini. Aku bersyukur banget bisa punya pengalaman seperti ini dan teman-teman papa juga turut mendukung,” ujar Via dengan mata berkaca-kaca.

Via mengaku tak pernah menyangka bahwa bukunya akan mendapat sambutan begitu hangat. Lebih dari 100 orang telah membeli buku yang ia tulis selama kurang lebih enam bulan itu. “Aku syok banget, tapi juga bersyukur. Ini jauh dari ekspektasi aku,” ungkapnya.

Buku yang Ditulis dengan Air Mata

Menulis buku ini bukan perkara mudah bagi Via. Ia harus menyeimbangkan waktu antara tugas sekolah dan proyek pribadinya ini. “Aku sering nulisnya malam-malam, jam 12-an, setelah semua tugas selesai. Kadang aku sampai nangis saat nulis. Tapi aku sembunyiin,” katanya jujur.

Buku ini ditulis dalam bahasa Inggris, karena sejak kecil Via bersekolah di institusi berbahasa internasional. Meski demikian, kisah dan pesan yang disampaikan sangat personal dan menyentuh, terutama tentang hubungan istimewanya dengan sang ayah.

“Aku tulis ini buat papa, supaya orang tetap ingat papa walaupun dia udah nggak ada. Papa itu role model aku. Dia selalu support aku jadi apa pun: aktris, penyanyi… apa aja,” tuturnya penuh semangat.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Dalam bukunya, Via membagikan banyak kenangan manis bersama ayahnya, termasuk momen spesial saat mereka berdua berlibur ke Jepang. “Kita naik perahu angsa berdua aja, itu quality time terbaik aku sama papa. Kita ngobrol banyak di sana. Aku nggak akan pernah lupa.”

Di tengah perjuangannya menulis, Via mengakui sempat kehilangan motivasi. Namun, niat untuk mengenang ayah dan memberi makna bagi banyak orang membantunya bangkit kembali. “Waktu guru-guru baca, mereka bilang ini relate banget. Bahkan adik kelas aku yang belum pernah kehilangan orang tua pun bisa merasakannya,” katanya.

Pesan tentang Mental Kesehatan Remaja

Selain menjadi kenangan untuk sang ayah, buku ini juga menyuarakan pentingnya kesadaran tentang kesehatan mental remaja. “Aku harap buku ini bikin orang tua atau siapa pun lebih ngerti kenapa anak bisa sedih banget atau depresi. Semoga mereka lebih aware,” ujarnya.

Meski awalnya tak bercita-cita menjadi penulis, Via terbuka jika kelak terinspirasi untuk menulis lagi. “Kalau ada inspirasi baru, kenapa enggak?” katanya sambil tersenyum.

Kenangan tentang Ayah: Sosok yang Kuat dan Tidak Pernah Mengeluh

Via juga menceritakan bagaimana sang ayah tetap berusaha tegar meski tengah berjuang melawan kanker usus. “Papa enggak pernah mau bikin kita sedih. Dia selalu akting fine-fine aja, walaupun sakit. Dia bahkan minta kita main keluar daripada lihat dia muntah-muntah.”

“Papa itu nggak banyak kasih pesan terakhir, karena dia nggak mau kita tahu bahwa waktunya tinggal sedikit. Tapi dia selalu support dan bilang, apa pun yang kita pilih, yang penting sukses dan terus belajar.”

Dengan penuh keberanian dan kejujuran, Virpia Puteri Dunar telah membuktikan bahwa sebuah karya yang ditulis dari hati bisa menyentuh banyak jiwa.

Buku ini bukan hanya persembahan untuk sang ayah, tapi juga pengingat bahwa cinta, kenangan, dan kesehatan mental adalah hal-hal yang tak boleh kita abaikan.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel
Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Dugaan Suap Impor, KPK Benarkan Ada Titipan Barang
Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif
Bayu Oktara Luncurkan Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Dorong Generasi Digital Kuasai Seni Komunikasi
Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik
Eric Sudrajat Kembali Jadi Meinl Artist Indonesia, Bukti Talenta Musisi Muda Tanah Air Makin Diakui
Deolipa Yumara Ambil Alih Pendampingan Hukum Herawati dan Nia, Dorong Penyelesaian Damai dalam Sengketa dengan Erin Taulany
Shelyn Drummer Cilik Dari Papua
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:16 WIB

Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:16 WIB

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Dugaan Suap Impor, KPK Benarkan Ada Titipan Barang

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:44 WIB

Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Bayu Oktara Luncurkan Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Dorong Generasi Digital Kuasai Seni Komunikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:43 WIB

Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik

Berita Terbaru

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengawal pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi santri sekaligus mendukung percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) bidang kesehatan.

Bisnis Ekonomi

Kemenko PMK Kawal Cek Kesehatan Gratis untuk 10 Ribu Santri di Lampung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:34 WIB