FDTOI Hadiri FGD Kemenhub, Tegaskan Tuntutan Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pengendara Transportasi Berbasis Aplikasi. (Dok-Istimewa)

Foto: Ilustrasi Pengendara Transportasi Berbasis Aplikasi. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 24 Juli 2025.

FGD ini membahas arah kebijakan dan regulasi transportasi daring, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan dan perlindungan mitra pengemudi.

FDTOI hadir sebagai representasi berbagai aliansi pengemudi transportasi online dari seluruh Indonesia, di antaranya:

• Yos Shanto (FOYB Yogyakarta)

• Tito (Aliansi FRONTAL Jawa Timur)

• Thomas (SAKO / JATENG Semarang)

• Mahmud (SePOI Jakarta)

Selain itu, sejumlah perwakilan lain seperti dari Desak Sukabumi juga turut hadir di area FGD meski tidak masuk ke ruang diskusi utama.

Dinamika Forum dan Respons Kemenhub

Diskusi sempat diwarnai ketegangan akibat indikasi provokasi dari pihak tertentu yang diduga ingin menggagalkan jalannya forum. Namun secara keseluruhan, FGD berlangsung tertib dan berjalan hingga selesai.

FDTOI menilai forum ini sebagai bagian dari tindak lanjut atas empat tuntutan nasional yang sebelumnya disampaikan dalam aksi besar 20 Mei 2025, yaitu:

• Kenaikan tarif penumpang kendaraan roda dua (R2)

• Regulasi tarif layanan pengantaran makanan dan paket

• Penetapan tarif bersih kendaraan roda empat (R4)

• Pembentukan Undang-Undang Transportasi Online

Tiga tuntutan pertama disebut telah menunjukkan progres signifikan, yang diakui FDTOI sebagai bentuk keseriusan pemerintah. Namun untuk tuntutan keempat, Kemenhub menegaskan bahwa pembentukan undang-undang merupakan kewenangan DPR RI dan Kemenkumham.

“Kami mengapresiasi keterbukaan Kemenhub, namun perjuangan belum selesai. FDTOI akan terus mengawal hingga seluruh tuntutan benar-benar diwujudkan,” ujar Yos Shanto dari FOYB Yogyakarta.

Penekanan FDTOI: Tarik Garis Tegas pada Tarif dan Regulasi

FDTOI menekankan pentingnya regulasi tarif layanan pengantaran makanan dan paket secara transparan dan adil. Penurunan tarif secara sepihak oleh aplikator dinilai sebagai praktik eksploitatif yang merugikan mitra pengemudi.

FDTOI juga berkomitmen memperkuat koordinasi antarwilayah dan menjalin komunikasi strategis dengan DPR serta lembaga terkait, agar regulasi berpihak pada keadilan bagi pengemudi.

“Jika tak segera ada realisasi, 12 daerah dan 12 aliansi besar siap bergerak kembali ke Jakarta,” tegas FDTOI dalam pernyataan resminya.

Tanggapan Kritis dari “Korban Aplikator”: Jangan Terlena Progres Semu

Menanggapi kehadiran FDTOI dalam FGD Kemenhub, perwakilan komunitas “Korban Aplikator”, Humas dari Ojol R4, menyampaikan pandangannya.

“Kami menghargai upaya teman-teman FDTOI, tapi perjuangan tidak cukup berhenti di meja diskusi. Kami menuntut keadilan yang nyata dan kesejahteraan yang benar-benar terasa,” tegasnya.

Korban Aplikator menyoroti dua poin utama yang belum tersentuh secara konkret:

• Pembatasan potongan oleh aplikator maksimal 10%

• Kehadiran regulasi pemerintah yang berpihak pada rakyat, bukan korporasi

Mereka juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada terhadap “progres semu” yang belum tertuang dalam regulasi resmi.

“Saat ini bukan waktunya klaim keberhasilan, tapi saatnya bersatu dan memperjuangkan sistem yang adil dan manusiawi bagi pengemudi. Lawan kita adalah kekuatan sistemik yang tak terlihat tapi sangat kuat,” ujarnya.

Kehadiran FDTOI di forum resmi pemerintah menjadi langkah penting dalam perjuangan panjang pengemudi transportasi online.

Namun seperti disuarakan oleh berbagai pihak, perjuangan sejati menuntut lebih dari sekadar forum—ia memerlukan kebijakan nyata, regulasi tertulis, dan keberanian kolektif untuk mengawal hingga tuntas.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan
Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu
Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI
Usai Shalat Subuh, Jamaah Musholla Nurul Ihsan Bidara Cina Gelar Maulid dan Pengajian Simthudurror
Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs
Pedagang Tegaskan Dukung Revitalisasi Pasar Taman Puring, Harapkan Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembangunan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Foto: Seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menyampaikan pesan dalam kegiatan PRIMADONA yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Pemkot Jakut Beri Tali Kasih untuk 100 Veteran, Semangat Perjuangan Terus Diwariskan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:29 WIB