BNN RI Bongkar Pabrik Sabu di Apartemen Cisauk, Jaringan Baru Beroperasi Setengah Tahun Raup RP1 Miliar

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto saat dilokasi pabrik sabu di salah satu unit apartemen di Cisauk, Tangerang, Banten. (Dok-Istimewa)

Foto: Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto saat dilokasi pabrik sabu di salah satu unit apartemen di Cisauk, Tangerang, Banten. (Dok-Istimewa)

TANGERANG – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap pabrik sabu yang beroperasi secara tersembunyi di salah satu unit apartemen kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Dalam waktu relatif singkat baru enam bulan berjalan jaringan ini sudah berhasil meraup keuntungan hampir Rp1 miliar.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil operasi bersama antara BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di apartemen tersebut.

“Kegiatan dari jaringan ini sudah beroperasi selama enam bulan. Keuntungannya sudah mendekati Rp1 miliar lebih,” ujar Suyudi kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Sabtu (18/10/2025).

Operasi penggerebekan dilakukan pada Jumat (17/10) sekitar pukul 15.24 WIB. Tim gabungan BNN dan Bea-Cukai bergerak setelah melakukan pengintaian dan observasi mendalam terhadap salah satu unit di lantai 20 apartemen tersebut. Dari hasil penyelidikan, unit itu diketahui dijadikan laboratorium rumahan untuk memproduksi sabu.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk sabu dalam bentuk cair dan padat, serta berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk proses pembuatan narkotika. Selain barang bukti, petugas juga mengamankan dua orang tersangka, masing-masing berinisial IM dan DF.

“IM berperan sebagai koki atau peracik sabu, sementara DF bertugas sebagai marketing yang mengedarkan hasil produksi mereka,” terang Suyudi.

Menurut BNN, modus yang digunakan jaringan ini cukup canggih dan berisiko tinggi. Dengan memanfaatkan unit apartemen berlantai tinggi, mereka berupaya menutupi aktivitas ilegal agar tidak terdeteksi oleh penghuni lain maupun pihak pengelola gedung.

“Pelaku menggunakan apartemen karena relatif aman dan tertutup, berbeda dengan rumah biasa yang mudah dipantau. Ini menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum di bidang narkotika,” ujar Suyudi.

Kedua tersangka kini ditahan di BNN RI untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 113 ayat (2), dan lebih subsider lagi Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman terhadap para tersangka sangat berat, mulai dari pidana penjara minimal 5 tahun hingga maksimal hukuman mati.

Komjen Suyudi menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti nyata komitmen BNN dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang kini semakin kompleks dan bertransformasi ke pola produksi tersembunyi di kawasan permukiman modern.

“BNN berkomitmen penuh untuk perang melawan narkotika hingga ke akar-akarnya. Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terutama yang merusak generasi bangsa,” tegasnya.

BNN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kolaborasi publik dinilai menjadi kunci dalam menekan peredaran narkotika, terutama yang kini mulai merambah ke area hunian eksklusif seperti apartemen.

Dengan terungkapnya pabrik sabu di Cisauk ini, BNN berharap menjadi peringatan keras bagi jaringan pengedar lainnya bahwa aparat penegak hukum akan terus memburu dan menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, di mana pun mereka bersembunyi.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Diduga Gunakan Merek KOMPAS Tanpa Hak: Empat Situs Terancam Ditutup, Ini Daftarnya
Negara Hadir Lindungi Aset Keagamaan, Kejari dan BPN Purbalingga Pastikan Legalitas Tanah Gereja HKBP Bukateja
Polri dan PBNU teken MoU, Sepakat Jaga Kamtibmas Bersama Lindungi Generasi Muda
Eksklusif Podcast EdShareOn: Greenpeace Bongkar Fakta Mengejutkan Sumber Asap Baru Karhutla Indonesia
Bupati dan Sekda Absen dalam RDPU, Pemuda Pertanyakan Masa Depan Gunung Tampomas
Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda
Wali Kota Jakpus Arifin Tinjau Korban Kebakaran di Menteng, Pemprov DKI Siapkan Bantuan bagi Warga
Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Diduga Gunakan Merek KOMPAS Tanpa Hak: Empat Situs Terancam Ditutup, Ini Daftarnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Negara Hadir Lindungi Aset Keagamaan, Kejari dan BPN Purbalingga Pastikan Legalitas Tanah Gereja HKBP Bukateja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Polri dan PBNU teken MoU, Sepakat Jaga Kamtibmas Bersama Lindungi Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Eksklusif Podcast EdShareOn: Greenpeace Bongkar Fakta Mengejutkan Sumber Asap Baru Karhutla Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Bupati dan Sekda Absen dalam RDPU, Pemuda Pertanyakan Masa Depan Gunung Tampomas

Berita Terbaru

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhklisin fhoti bersama dengan beberapa perwakilan ormas saat potong tumpeng

Komunitas

Milad ke-4 FLO DKI, Sekko Jaksel Dorong Solidaritas

Minggu, 1 Nov 2026 - 09:07 WIB