Caritas Ingatkan Ancaman Perdagangan Orang Mengintai Korban Bencana di Sumatera

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi praktik perdagangan orang yang kerap mengintai warga di wilayah pascabencana

Foto: Ilustrasi praktik perdagangan orang yang kerap mengintai warga di wilayah pascabencana

Jakarta — Di balik upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera, ancaman lain mengintai para penyintas: perdagangan orang dan migrasi tidak aman. Caritas Indonesia mengingatkan bahwa fase darurat hingga pemulihan kerap menjadi momentum bagi jaringan predator memanfaatkan kerentanan korban bencana.

Wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dinilai berada dalam situasi rawan. Kehilangan rumah, pekerjaan, anggota keluarga, hingga dokumen identitas membuat banyak warga berada dalam kondisi psikologis rapuh—celah yang sering dimanfaatkan pelaku perdagangan orang.

Komite Migran, Pengungsi, dan Anti-Perdagangan Orang Caritas Indonesia menilai bencana tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga memicu krisis sosial. Trauma, kebingungan, dan keputusasaan korban kerap dibajak oleh pihak-pihak yang menawarkan “jalan keluar” instan berupa pekerjaan, relokasi, bantuan dana, bahkan adopsi anak.

“Dalam kondisi seperti ini, warga mudah percaya pada tawaran yang tampak menolong, tetapi sebenarnya berbahaya,” ujar Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk. Ia menegaskan perlunya kehadiran negara dan pengawasan ketat di lokasi pengungsian maupun wilayah pemulihan.

Pengalaman penanganan bencana sebelumnya menjadi pelajaran penting. Caritas mencatat, kelengahan pada fase pascabencana sering kali berujung pada meningkatnya kasus perdagangan orang. Karena itu, seluruh titik pengungsian diminta steril dari pihak-pihak yang tidak memiliki mandat resmi.

Sebagai langkah pencegahan, Caritas mendorong sosialisasi masif tentang bahaya perdagangan orang dan migrasi tidak aman. Program ini dijalankan bersama jaringan keuskupan di Medan, Sibolga, dan Padang, serta didorong masuk sebagai agenda prioritas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di daerah terdampak bencana.

Caritas juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang mencurigai praktik perdagangan orang melalui hotline WhatsApp 0811-9996-728 dan email migran@karina.or.id.

Peringatan serupa disampaikan anggota Komite Caritas Indonesia, Romo Chrisantus Paschalis, yang menyebut wilayah pascabencana kerap menjadi “ladang subur” bagi calo dan jaringan ilegal. “Pemulihan butuh waktu. Dalam rentang itulah predator bekerja, terutama menyasar mereka yang kehilangan pekerjaan, orang tua, dan dokumen resmi,” katanya.

Sementara itu, praktisi hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mengungkap sejumlah modus yang perlu diwaspadai. Pelaku kerap menyamar sebagai relawan atau lembaga kemanusiaan, menggugah emosi korban, lalu menjanjikan pekerjaan, pendidikan, hingga pengurusan dokumen resmi. “Korban didorong mengambil keputusan cepat tanpa verifikasi,” ujarnya.

Caritas menilai peran media, relawan, aparat, dan masyarakat sipil krusial untuk mendeteksi gerak-gerik mencurigakan. Tanpa kewaspadaan kolektif, korban bencana berpotensi jatuh dalam jerat perdagangan orang—tragedi lanjutan di tengah upaya pemulihan.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera sejak akhir November 2025 diperkirakan berdampak pada lebih dari 3,3 juta jiwa. Sekitar satu juta orang mengungsi, dengan lebih dari seribu korban meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang. Di tengah angka-angka itu, Caritas menegaskan satu pesan: keselamatan korban tidak berhenti pada bantuan logistik, tetapi juga perlindungan dari ancaman kejahatan kemanusiaan.

 

Berita Terkait

BNPB dan Menhut Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, Fokus Tekan Titik Api
Kejagung Ungkap Korupsi Tata Kelola Nikel, Kerugian Negara Rp401,6 Miliar Dikembalikan
Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Ambil Keputusan Berbasis Data
Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen, Hengki Haryadi Pimpin Polda Papua Barat Daya
Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Peran Kawal Pembangunan Daerah
Guru Palang SMA Negeri 1 Aifat, BPK Segera Audit Dana Pendidikan Maybrat: Mata Papua Sorot Klub Bola Persemay
LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Minta Maaf
Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Dalton Wong sebagai Wakil Ketua Komite Bilateral KADIN Kamboja dan Vietnam
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:35 WIB

BNPB dan Menhut Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, Fokus Tekan Titik Api

Selasa, 1 September 2026 - 09:45 WIB

Kejagung Ungkap Korupsi Tata Kelola Nikel, Kerugian Negara Rp401,6 Miliar Dikembalikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Mendagri Tito Minta Calon Pemimpin Polri Biasakan Ambil Keputusan Berbasis Data

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen, Hengki Haryadi Pimpin Polda Papua Barat Daya

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Peran Kawal Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Foto: Babinsa Desa Mergayu Serka Eko Hadi Wijaya bersama seorang petani membersihkan rumput liar atau gulma di area persawahan Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

TNI & POLRI

Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi

Senin, 31 Agu 2026 - 14:34 WIB