JAKARTA – Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan loyalitas yang telah terbangun selama tiga dekade kembali terasa kuat dalam gelaran Reuni Akbar 30 Tahun Pakati 1996 yang berlangsung di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para alumni yang pernah menjalani pendidikan bersama di Akademi Militer Magelang pada tahun 1996 untuk kembali bertemu, mengenang perjalanan panjang pengabdian, sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin sejak masa pendidikan.
Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta yang berasal dari berbagai matra, baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia, hadir membawa semangat yang sama, yakni menjaga ikatan kekeluargaan yang telah terbentuk sejak masa-masa awal pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ketua Panitia Reuni Akbar 30 Tahun Pakati 1996, Freddy Worang Johanes, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh alumni yang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, antusiasme peserta yang hadir menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan yang masih terjaga hingga saat ini.
Menurut Freddy, reuni tersebut bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan sarana untuk memelihara komunikasi, memperkuat solidaritas, dan menjaga semangat kebersamaan yang telah terbentuk sejak para alumni menjalani pendidikan bersama di Akmil Magelang sekitar 30 tahun silam.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga kebersamaan, meningkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkuat persaudaraan sesama alumni yang pernah dididik bersama. Waktu boleh berlalu, namun nilai-nilai kebersamaan yang ditanamkan selama pendidikan tetap menjadi fondasi yang menyatukan kami hingga sekarang,” ujarnya.
Sekitar 200 alumni tercatat hadir dalam kegiatan tersebut. Meskipun tidak seluruh anggota angkatan dapat berkumpul karena berbagai kesibukan dan penugasan, jumlah peserta yang hadir dinilai mencerminkan tingginya komitmen untuk menjaga hubungan baik antaralumni.
Para peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang karier yang beragam. Sebagian masih aktif menjalankan tugas negara, sementara sebagian lainnya telah memasuki masa purnatugas. Namun perbedaan status tersebut tidak mengurangi semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas angkatan Pakati 1996.
Dalam kesempatan itu, Freddy juga menjelaskan bahwa reuni alumni Pakati 1996 merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing matra. Sistem rotasi tersebut telah menjadi tradisi yang terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi dan mempererat hubungan lintas institusi.
Menurutnya, setiap penyelenggara memiliki konsep tersendiri dalam mengemas acara, namun esensi yang diusung tetap sama, yaitu memperkuat persaudaraan dan menjaga soliditas antarsesama alumni.
“Tahun ini kegiatan diselenggarakan oleh unsur Kepolisian. Untuk pelaksanaan tahun depan, estafet penyelenggaraan telah diserahkan kepada rekan-rekan dari TNI Angkatan Laut. Masing-masing matra memiliki gaya dan konsep yang berbeda, tetapi tujuan utamanya tetap menjaga kebersamaan dan silaturahmi,” katanya.
Lebih jauh, reuni tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi para alumni untuk melihat kembali perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui selama tiga dekade terakhir. Banyak di antara mereka yang telah menempati posisi strategis di berbagai institusi, sementara yang lain telah menyelesaikan masa tugasnya dan memasuki kehidupan purnabakti.
Perjalanan karier yang beragam itu menjadi bukti bahwa alumni Pakati 1996 telah memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. Namun di tengah berbagai pencapaian tersebut, nilai persaudaraan yang terbangun sejak masa pendidikan tetap menjadi perekat yang menyatukan mereka.
Freddy menegaskan bahwa menjaga hubungan baik antaralumni menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia dan perubahan fase kehidupan yang dijalani masing-masing anggota. Karena itu, kegiatan seperti reuni tahunan memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar pertemuan biasa.
“Harapan kami, rasa kebersamaan ini tetap terpelihara meskipun sebagian besar sudah memasuki masa pensiun dan sebagian lainnya masih aktif berdinas. Silaturahmi harus terus berjalan karena persaudaraan yang dibangun selama pendidikan merupakan aset yang sangat berharga,” tuturnya.
Selain menjadi wadah mempererat hubungan personal, reuni tersebut juga mencerminkan kuatnya budaya solidaritas yang selama ini menjadi karakter khas para alumni pendidikan militer dan kepolisian. Hubungan yang terjalin tidak hanya terbatas pada masa dinas, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Sepanjang acara, para peserta tampak memanfaatkan kesempatan untuk bertukar cerita, mengenang pengalaman selama menjalani pendidikan, serta berbagi perjalanan karier dan kehidupan yang telah mereka tempuh selama 30 tahun terakhir. Momen tersebut menghadirkan suasana emosional sekaligus membangkitkan kembali semangat kebersamaan yang telah lama terjalin.
Reuni Akbar 30 Tahun Pakati 1996 akhirnya ditutup dengan ramah tamah, sesi foto bersama, serta komitmen seluruh alumni untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat persaudaraan di masa mendatang. Di tengah dinamika kehidupan dan perubahan zaman, para alumni sepakat bahwa nilai kebersamaan, loyalitas, dan solidaritas yang mereka bangun sejak di Akmil Magelang akan tetap menjadi fondasi yang mengikat mereka sebagai satu keluarga besar Pakati 1996.
Melalui reuni tersebut, para alumni tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen untuk terus menjaga hubungan baik, memperkuat jaringan persaudaraan lintas matra, serta meneruskan semangat pengabdian yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka selama tiga dekade terakhir.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































