JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Pelantikan Suahasil menjadi bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto. Sebelum dipercaya sebagai Menkeu, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan yang mendampingi Purbaya.
Dalam menjalankan tugas barunya, Suahasil mengatakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat dan kredibel akan menjadi salah satu fokus utama.
Suahasil mengungkapkan Presiden Prabowo memberikan arahan agar dirinya memastikan kondisi keuangan negara tetap terjaga. Menurutnya, APBN merupakan instrumen penting pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil seusai pelantikan di Istana Negara, Senin.
Suahasil juga resmi mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam sumpahnya, ia menyatakan kesetiaan kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta berkomitmen menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.
Pergantian posisi Menteri Keuangan tersebut turut mendapat perhatian dari peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Nicky Fahrizal.
Nicky menilai pergantian Menkeu menunjukkan adanya kesadaran pemerintah terhadap meningkatnya kerentanan ekonomi nasional. Namun, menurutnya, tugas Suahasil tidak berhenti pada upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Nicky menilai Suahasil juga menghadapi tantangan untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus melakukan konsolidasi fiskal melalui penataan APBN.
Perjalanan Karier Suahasil
Suahasil Nazara merupakan ekonom yang memiliki latar belakang panjang di dunia akademik dan kebijakan fiskal.
Suahasil menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1994. Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Cornell University, Amerika Serikat, hingga memperoleh gelar magister pada 1997.
Suahasil selanjutnya menempuh pendidikan doktoral bidang ekonomi di University of Illinois at Urbana-Champaign dan menyelesaikannya pada 2003.
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Satu dekade kemudian, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi UI.
Selama berada di lingkungan akademik, Suahasil pernah menjabat Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi UI.
Pengalamannya kemudian meluas ke bidang pemerintahan. Suahasil pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011.
Suahasil juga terlibat dalam sejumlah lembaga dan kebijakan pemerintah, termasuk sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah serta Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangannya Kemiskinan (TNP2K).
Pada 2016, Suahasil ditetapkan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.
Kariernya di Kementerian Keuangan berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Pada pemerintahan Prabowo Subianto, Suahasil kembali dipercaya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Kini, ia mendapat mandat baru sebagai Menteri Keuangan untuk mengelola kebijakan fiskal dan menjaga kesehatan keuangan negara.
Pelantikan Suahasil dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta sejumlah menteri koordinator dan pejabat tinggi negara.
Hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, dan Kepala BPS Amalia Adininggar.
(Helmi AR)




































