Fariz RM Divonis 10 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Upaya Bebas Bersyarat

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Deolipa Yumara Kuasa Hukum Fariz Rm. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Deolipa Yumara Kuasa Hukum Fariz Rm. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan vonis terhadap musisi senior Fariz RM dalam perkara penyalahgunaan narkotika. Dalam sidang putusan yang digelar pada Kamis (11/9/2025), hakim menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara serta denda Rp800 juta subsider 2 bulan kurungan.

Putusan tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 6 tahun penjara bagi Fariz RM.

“Majelis hakim menjatuhkan pidana 10 bulan penjara dengan tambahan pidana denda sebesar Rp800 juta, subsider 2 bulan kurungan. Jadi kalau dihitung kumulatif, maksimal masa hukuman Fariz adalah 12 bulan,” ujar kuasa hukum Fariz RM, Deolipa Yumara, usai sidang.

Majelis hakim mendasarkan putusan ini pada Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengatur mengenai penyalahguna narkotika untuk diri sendiri. Hakim menilai status Fariz lebih tepat dikategorikan sebagai pengguna yang mengalami ketergantungan, bukan sebagai pengedar.

“Majelis mempertimbangkan bahwa terdakwa adalah pengguna yang pernah menjalani rehabilitasi, namun masih kembali terjerat narkoba. Oleh karena itu, hukuman penjara dijatuhkan dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan serta keberadaan terdakwa sebagai seniman,” ujar hakim dalam amar putusan.

Kuasa hukum Deolipa Yumara menyampaikan bahwa Fariz menerima putusan tersebut dengan lapang dada dan tidak akan mengajukan banding. “Beliau sudah puas, sudah menerima. Tidak ada upaya hukum banding dari pihak terdakwa,” kata Deolipa.

Namun, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir atas putusan ini dengan waktu 7 hari sebelum sikap resminya ditentukan.

Lebih lanjut, Deolipa mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan permohonan bebas bersyarat atau cuti menjelang bebas, mengingat Fariz sudah menjalani sekitar 7 bulan masa tahanan. Berdasarkan aturan, seorang narapidana dapat mengajukan bebas bersyarat setelah menjalani minimal 2/3 masa hukuman.

“Kalau dihitung, 2/3 masa hukuman sudah dilalui. Jadi syarat untuk pengajuan bebas bersyarat sudah terpenuhi. Tinggal menunggu proses administrasi dan persetujuan dari pihak terkait,” tambah Deolipa.

Nama Fariz RM tidak asing dalam dunia musik Indonesia. Musisi yang dikenal lewat lagu-lagu ikoniknya seperti Barcelona dan Sakura ini juga memiliki catatan panjang terkait kasus narkotika.

• 1990-an: Fariz pertama kali berurusan dengan hukum karena penyalahgunaan narkoba.

• 2007: Ia kembali ditangkap terkait kasus serupa.

• 2015: Polisi menangkap Fariz di rumahnya di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, dengan barang bukti narkotika jenis ganja dan sabu. Saat itu ia divonis hukuman rehabilitasi.

• 2025: Fariz kembali tersandung kasus narkoba hingga berujung vonis 10 bulan penjara dalam putusan terbaru ini.

Meski berulang kali terjerat, Fariz RM tetap konsisten berkarya di dunia musik. Sejumlah konser dan karya musiknya masih mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak pihak berharap putusan kali ini benar-benar menjadi titik balik bagi dirinya untuk meninggalkan narkoba dan kembali fokus pada musik.

Sebagai seniman, Fariz RM diakui sebagai salah satu ikon musik Indonesia yang telah melahirkan banyak karya berkelas. Kuasa hukum menegaskan bahwa kliennya kini berkomitmen untuk berubah.

“Sejak awal beliau sudah menyatakan bertobat. Putusan ini menjadi pelajaran besar bagi beliau. Harapan kami, setelah bebas nanti, Fariz bisa kembali berkarya di dunia musik dan tidak lagi terjerumus pada lingkaran narkoba,” ucap Deolipa.

Dengan vonis 10 bulan penjara dan masa tahanan yang sudah dijalani, Fariz RM berpeluang besar segera menghirup udara bebas melalui mekanisme bebas bersyarat.

Berita Terkait

Nusakambangan Bertransformasi, Lahan Penjara Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Re -LUN Seret Nama Darmawan Prasodjo, Meteran Pintar Rp5 Triliun Jadi Sorotan, Re-LUN Minta Kejagung Telusuri Dugaan Suap di PLN
KemenHAM Jabar Kawal Pemenuhan Hak Korban Dugaan Penyekapan Selama Dua Tahun
Pelaku Penganiayaan Balita di Bekasi hingga Kini Belum Ditangkap, Sang Ibu Minta KDM Bertindak
Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Cegah Pungli dan Percepat Pemeriksaan Penumpang
Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa
Kasus Perampokan Menteng Ternyata Rekayasa, Polisi Ungkap Dugaan Percobaan Pembunuhan oleh Rekan Korban
Enam WNA Pembuat Onar hingga Overstay Dideportasi dari Bali, Terancam Blacklist Seumur Hidup
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:03 WIB

Nusakambangan Bertransformasi, Lahan Penjara Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:54 WIB

Re -LUN Seret Nama Darmawan Prasodjo, Meteran Pintar Rp5 Triliun Jadi Sorotan, Re-LUN Minta Kejagung Telusuri Dugaan Suap di PLN

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:27 WIB

KemenHAM Jabar Kawal Pemenuhan Hak Korban Dugaan Penyekapan Selama Dua Tahun

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:21 WIB

Pelaku Penganiayaan Balita di Bekasi hingga Kini Belum Ditangkap, Sang Ibu Minta KDM Bertindak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:52 WIB

Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Cegah Pungli dan Percepat Pemeriksaan Penumpang

Berita Terbaru

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengawal pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi santri sekaligus mendukung percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) bidang kesehatan.

Bisnis Ekonomi

Kemenko PMK Kawal Cek Kesehatan Gratis untuk 10 Ribu Santri di Lampung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:34 WIB