Run to Care JKT150KM 2025 Sukses Galang Donasi Rp1,7 Miliar untuk Dukung Pengasuhan Anak

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ajang olahraga berbasis kepedulian sosial ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.763.630.937 yang akan digunakan untuk mendukung pengasuhan 108 anak di SOS Children’s Village Cibubur. (Dok-Istimewa)

Foto: Ajang olahraga berbasis kepedulian sosial ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.763.630.937 yang akan digunakan untuk mendukung pengasuhan 108 anak di SOS Children’s Village Cibubur. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – SOS Children’s Villages Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan lari amal ultramaraton Run to Care JKT150KM pada 8–10 Agustus 2025. Ajang olahraga berbasis kepedulian sosial ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.763.630.937 yang akan digunakan untuk mendukung pengasuhan 108 anak di SOS Children’s Village Cibubur.

Acara yang mengusung tema #PutusSiklusKeterpisahan ini bertujuan menggalang dana sekaligus mengajak masyarakat ikut serta menjadi #PejuangAnak bagi mereka yang kehilangan pengasuhan orang tua. SOS Children’s Villages menekankan pentingnya mencegah keterpisahan anak dari keluarga sejak dini agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang dan siap menjadi orang tua yang baik di masa depan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, sebanyak 407 pelari offline berlari dari Senayan Park menuju SOS Children’s Village Cibubur, menempuh rute sejauh 150 kilometer. Semangat kepedulian juga hadir dari 238 pelari virtual yang ikut berpartisipasi dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa gerakan sosial ini mampu menyatukan orang dari beragam latar belakang.

Selain para pelari, ribuan donatur turut mendukung melalui platform Kitabisa.com. Sejak pertengahan Juni hingga awal September, tercatat 9.814 donatur online dan offline berkontribusi. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis di SOS Children’s Village Cibubur pada Sabtu (13/9).

National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah gerakan sosial yang penuh makna.

“Setiap langkah yang ditempuh para pelari adalah simbol cinta, dan setiap rupiah yang didonasikan adalah wujud harapan bagi anak-anak. Run to Care JKT150KM bukan sekadar sebuah event lari, ini adalah gerakan penuh kepedulian yang mengingatkan kita semua bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam cinta, bukan dalam keterpisahan,” ujar Gregor.

Dalam penyelenggaraannya, SOS Children’s Villages Indonesia menggandeng Kitabisa sebagai mitra crowdfunding resmi, SalingJaga sebagai mitra asuransi, serta dukungan sponsor dari Sukhavita dan Decathlon.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang turut menyebarkan semangat gerakan ini, mulai dari relawan, donatur, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum yang berkontribusi dalam bentuk apa pun.

SOS Children’s Villages mengingatkan bahwa secara global, 1 dari 10 anak dan remaja hidup terpisah dari orang tua atau keluarga mereka, baik karena ditinggalkan, diabaikan, maupun dipaksa hidup dalam lingkungan yang keras. Kondisi ini kerap menimbulkan dampak panjang yang berulang lintas generasi.

Melalui Run to Care, organisasi ini berkomitmen untuk memutus siklus tersebut dengan cara memperkuat keluarga rentan, membentuk keluarga pengganti berbasis kasih sayang, serta memberikan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

SOS Children’s Villages adalah organisasi sosial non-profit internasional yang berdiri sejak 1949 di Innsbruck, Austria, dan kini hadir di 136 negara, termasuk Indonesia. Selama 53 tahun kiprahnya di Indonesia, SOS telah mendampingi ribuan anak dan keluarga.

Hingga 2025, SOS Children’s Villages Indonesia mengasuh dan merawat sekitar 700 anak dan remaja serta mendukung 5.986 anak dan keluarga melalui program pendampingan di 10 kota: Lembang, Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Bali, Flores, Banda Aceh, Meulaboh, dan Medan.

Organisasi ini menolak istilah “panti asuhan” atau “anak yatim/piatu”, dan menggantinya dengan istilah “anak yang kehilangan pengasuhan orang tua”. SOS menekankan pengasuhan berbasis keluarga (family-like care), di mana anak-anak dibesarkan oleh seorang ibu pengganti dalam lingkungan yang menyerupai keluarga kandung.

Selain itu, SOS juga menjunjung tinggi prinsip kepentingan terbaik anak serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi mereka.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan Run to Care JKT150KM 2025, SOS Children’s Villages Indonesia kembali membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi sarana solidaritas sosial. Lebih dari sekadar mengumpulkan donasi, acara ini menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

(*/Fahmy)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gelar Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026, Siapkan Talenta Muda Menuju Ajang Nasional
Polri Dukung TVRI Siapkan Nobar Piala Dunia Nasional, Kapolri: Jadi Hiburan Rakyat Sekaligus Penggerak Ekonomi Daerah
Ancol Championship 2026 Panggung Pencarian Talenta Tinju Nasional dan Penggerak Sport Tourism Jakarta
Bekasi Punya Kawah Candradimuka Baru, Ghosun Iron Camp Siap Lahirkan Petinju Profesional
AAFI Perkuat Pengembangan Flag Football Nasional, Dapat Dukungan Ketua DPD RI
Mantan Bintang Timnas dan Komunitas Fans Klub Dunia Sinergi Bantu Anak Pengidap Kanker
IWAPI Gelar Padel Gathering & Creative Fest di East Kemang, Dorong Healthy Lifestyle dan Networking Perempuan Pengusaha
Empat Emas di Belgia, Indonesia Tegaskan Diri sebagai Raja Pencak Silat Dunia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:36 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026, Siapkan Talenta Muda Menuju Ajang Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:59 WIB

Polri Dukung TVRI Siapkan Nobar Piala Dunia Nasional, Kapolri: Jadi Hiburan Rakyat Sekaligus Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:03 WIB

Ancol Championship 2026 Panggung Pencarian Talenta Tinju Nasional dan Penggerak Sport Tourism Jakarta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:45 WIB

Bekasi Punya Kawah Candradimuka Baru, Ghosun Iron Camp Siap Lahirkan Petinju Profesional

Senin, 25 Mei 2026 - 09:48 WIB

AAFI Perkuat Pengembangan Flag Football Nasional, Dapat Dukungan Ketua DPD RI

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara (WN) China berinisial YJ, CN, dan LJ setelah terbukti memanipulasi data untuk memperoleh visa kunjungan bisnis dan pra investasi di Indonesia.

Hukum & Kriminal

Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:41 WIB