Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025, Sita Barang Bukti Rp60,5 Miliar

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri menggagalkan peredaran gelap narkotika yang diduga akan diedarkan menjelang pelaksanaan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri,

Bareskrim Polri menggagalkan peredaran gelap narkotika yang diduga akan diedarkan menjelang pelaksanaan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri,

JAKARTA – Bareskrim Polri menggagalkan peredaran gelap narkotika yang diduga akan diedarkan menjelang pelaksanaan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (22/12).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa penindakan dilakukan sebelum pelaksanaan DWP dan tidak berada di dalam area konser.

Penindakan ini kami lakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan DWP dan tidak berada di dalam area saat event berlangsung. Ini langkah antisipasi agar peredaran gelap narkoba tidak mencederai kegiatan internasional tersebut,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, DWP merupakan salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pengunjung sekitar 25 ribu orang yang melibatkan wisatawan lintas negara. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan jaringan narkotika.

Mobilitas tinggi dan pengunjung lintas negara membuat event seperti ini berpotensi dimanfaatkan jaringan narkoba. Jika narkoba beredar di tangan pengunjung, tentu akan berdampak buruk pada citra Indonesia di mata dunia,” katanya.
Dalam operasi yang berlangsung pada 9–14 Desember 2025 dan dilanjutkan pengembangan hingga 18 Desember 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Kanwil Bea dan Cukai Bali Nusra mengungkap enam

sindikat narkoba.
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 17 orang tersangka, sementara tujuh orang lainnya masih berstatus buron (DPO).

Enam sindikat berhasil kami ungkap dengan total 17 tersangka, terdiri dari 16 WNI dan satu WNA. Tujuh orang lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Eko.
Polisi juga menyita berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, ekstasi, kokain, MDMA, ganja, ketamin, happy water, hingga happy five. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 31 kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi, dengan estimasi nilai Rp60,5 miliar.

Jika beredar di pasaran, nilainya lebih dari Rp60 miliar. Dari pengungkapan ini, kami memperkirakan berhasil menyelamatkan 162.202 jiwa,” ucapnya.

Adapun modus operandi yang digunakan para pelaku meliputi sistem tempel, transaksi COD, serta transaksi melalui perbankan. Jaringan tersebut melibatkan lintas provinsi seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, serta jaringan lintas negara yang melibatkan warga negara asing.

Eko menegaskan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Penindakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada sasaran prioritas pemberantasan narkoba. Polri akan konsisten dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

juga mengingatkan agar pengungkapan kasus ini tidak menimbulkan stigma negatif terhadap pelaksanaan DWP di masa mendatang.

DWP merupakan kegiatan positif dan akan terus dilaksanakan di Indonesia. Pengungkapan ini justru menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga keamanan dan citra Indonesia,” pungkas Eko.

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Lakukan Rotasi Besar-besaran, Puluhan Kasat hingga Kapolsek Berganti Jabatan
Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Curanmor Bersenjata Api, Pelaku Tersebar hingga Lintas Provinsi
SJI Perdana Digelar Bersamaan OKK Lanjutan dan Pendalaman PWI Jaya
Brimob Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Preventif di Cipinang Besar Selatan Antisipasi Tawuran Warga
Antisipasi Puncak Arus Balik Nataru, Polda Metro Jaya Siagakan Empat Pos di Tol Jakarta
Kapolri Paparkan Capaian Polri Sepanjang 2025, Tegaskan Dukungan ke Program Pemerintah
Polda Metro Jaya Paparkan RAT 2025: Penegakan Hukum Menguat, Dukungan Program Nasional Dipertegas
Dirlantas Polda Metro Jaya Imbau Warga Tertib Lalu Lintas dan Manfaatkan Transportasi Umum Saat Malam Tahun Baru
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:22 WIB

Kapolda Metro Jaya Lakukan Rotasi Besar-besaran, Puluhan Kasat hingga Kapolsek Berganti Jabatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:34 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Curanmor Bersenjata Api, Pelaku Tersebar hingga Lintas Provinsi

Senin, 5 Januari 2026 - 20:40 WIB

SJI Perdana Digelar Bersamaan OKK Lanjutan dan Pendalaman PWI Jaya

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:26 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Preventif di Cipinang Besar Selatan Antisipasi Tawuran Warga

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:42 WIB

Antisipasi Puncak Arus Balik Nataru, Polda Metro Jaya Siagakan Empat Pos di Tol Jakarta

Berita Terbaru

Foto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Matsani, memberikan keterangan terkait proses rekrutmen Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang disebut telah dilaksanakan sesuai regulasi dan kebutuhan wilayah, Senin (16/2/2026).

News Metropolitan

Kesbangpol DKI: FKDM Strategis untuk Deteksi Ancaman Wilayah

Senin, 16 Feb 2026 - 17:30 WIB