Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jakarta Utara, Hj. Happy Djarot Serap Aspirasi Ojol, Pers dan Generasi Muda

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, Hj. Happy Djarot. (Dok-Okj/FN)

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, Hj. Happy Djarot. (Dok-Okj/FN)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, Hj. Happy Djarot, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, di Jakarta Utara, Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Happy Djarot menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan tugas konstitusional anggota MPR RI, sekaligus upaya memperkuat fondasi kebangsaan di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

“Empat pilar ini adalah fondasi yang membuat Indonesia tetap berdiri kokoh. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang harus terus dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga negara,” ujar Hj. Happy kepada awak media.

Selain menyampaikan materi kebangsaan, Hj. Happy Djarot juga membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang hadir, mulai dari komunitas ojek online (ojol), insan pers, hingga aktivis media sosial dan generasi muda.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi Empat Pilar tidak boleh dibatasi hanya pada penyampaian materi satu arah, melainkan juga menjadi wadah mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat.

“Saya tidak membatasi aspirasi. Teman-teman pasti datang membawa sesuatu di hati mereka, dan itu ingin saya dengar. Tugas saya adalah menjembatani dan memperjuangkannya sesuai kewenangan,” tegasnya.

Perwakilan komunitas ojek online Pademangan, Supri, menyampaikan keresahan terkait ketiadaan payung hukum yang jelas bagi pengemudi ojol. Ia mengungkapkan bahwa para pengemudi kerap menghadapi risiko suspend hingga pemutusan kemitraan sepihak tanpa kejelasan kesalahan.

“Kami bekerja di jalan, panas-panasan, hujan-hujanan, mengantar makanan, paket, dan penumpang demi keluarga. Tapi ketika kami di-suspend atau diputus mitra, tidak ada pembelaan. Kami berharap ada keadilan sosial seperti sila kelima Pancasila,” ujar Supri.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Happy Djarot mengaku prihatin dan menilai bahwa para pekerja berbasis aplikasi memang memerlukan perlindungan hukum yang lebih kuat.

“Saya juga kaget mendengar ada pemutusan mitra tanpa kesalahan yang jelas. Ini memprihatinkan. Namun, untuk bersikap dan bersuara, saya perlu data dan kajian yang lengkap agar perjuangan kita kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan biaya aplikasi dan sistem kerja digital juga perlu dikaji secara komprehensif sebelum dibawa ke tingkat pengambil kebijakan dan pihak penyedia platform.

Aspirasi juga datang dari kalangan pers. Jerry Patty, perwakilan jurnalis, menyoroti masih adanya wartawan yang terjerat masalah hukum, khususnya dalam kerja-kerja jurnalistik investigatif, meskipun Undang-Undang Pers telah mengatur kebebasan pers.

“Undang-Undang Pers sudah ada, tapi masih ada rekan-rekan jurnalis yang ditangkap atau dikriminalisasi. Kami berharap DPD RI ikut mendorong penguatan perlindungan hukum bagi pers,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Happy menegaskan bahwa pejabat publik yang bekerja dengan benar seharusnya tidak takut terhadap pemberitaan.

“Kalau pejabatnya benar, ngapain takut? Wartawan juga punya kode etik. Kalau ada yang salah, luruskan secara terbuka, bukan dengan tekanan atau ancaman,” tegasnya.

Sementara itu, Martin, perwakilan media sosial publik, mempertanyakan peran DPD RI dalam penanganan bencana nasional serta fenomena pesimisme generasi muda yang muncul dalam narasi “Indonesia Cemas” atau “Indonesia Gelap”.

Menjawab hal tersebut, Hj. Happy Djarot menjelaskan bahwa fungsi dan kewenangan DPD RI berbeda dengan DPR RI.

“DPD tidak punya kewenangan anggaran seperti DPR RI. Kami hanya empat orang di setiap provinsi, independen dan tidak mewakili partai. Tugas kami adalah menyerap aspirasi dan menjembatani ke pemerintah daerah maupun pusat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa meski tidak memiliki hak budgeting, DPD RI tetap berperan sebagai penyambung lidah rakyat, menyampaikan persoalan masyarakat kepada pihak-pihak yang berwenang.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Happy Djarot juga menyoroti menurunnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, yang menurutnya turut dipengaruhi oleh derasnya arus media sosial.

Sebagai seorang ibu, ia menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam menanamkan nilai budi pekerti, kasih sayang, serta memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak.

“Tugas orang tua bukan hanya melahirkan, tetapi mendidik, mendampingi, dan memberi kasih sayang. Kita ingin menuju Indonesia Emas, dan itu dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masih adanya persoalan gizi dan pengasuhan anak, bahkan di wilayah perkotaan seperti Jakarta, yang perlu menjadi perhatian bersama.

Menutup kegiatan, Hj. Happy Djarot mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimistis, menjaga kesehatan, dan memperkuat nilai kebangsaan mulai dari lingkungan keluarga dan komunitas.

“Indonesia akan maju jika warganya sehat, optimis, dan berpegang pada nilai Pancasila. Mari kita jaga diri, keluarga, dan lingkungan, dimulai dari rumah kita masing-masing,” pungkasnya.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Tegal Alur Jadi Langganan Banjir Saat Turun Hujan
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
Jakarta Kembali Tergenang, Hujan Pagi Lumpuhkan Aktivitas Warga Jakarta Utara
UKW Jadi Filter Baru Keanggotaan PWI Jaya
Proyek Rp10 Miliar Kantor Kecamatan Kalideres Molor, APH Diminta Turun Tangan
Blok M Square Bangkit: UMKM, Festival Kuliner dan Film Uang Passolo Jadi Magnet Pengunjung
Rekrutmen Petugas Kebersihan BDK Jakarta Disorot, Aroma Dugaan Manipulasi Data Seret Pimpinan Balai
Dua Terduga Copet Diamankan Saat CFD Bundaran HI, Polisi Pastikan Aktivitas Warga Tetap Aman
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:15 WIB

Tegal Alur Jadi Langganan Banjir Saat Turun Hujan

Senin, 12 Januari 2026 - 11:29 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 - 11:01 WIB

Jakarta Kembali Tergenang, Hujan Pagi Lumpuhkan Aktivitas Warga Jakarta Utara

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:47 WIB

UKW Jadi Filter Baru Keanggotaan PWI Jaya

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:55 WIB

Proyek Rp10 Miliar Kantor Kecamatan Kalideres Molor, APH Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (kiri) bersama jajaran meninjau kondisi saluran air di kawasan Jalan Mangga Dua, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta, Selasa (13/1/2026)

Wali Kota Jakarta Pusat

Wali Kota Jakpus Respon Cepat Cegah Banjir Terulang dengan Sisir Anak Kali Ciribut

Selasa, 13 Jan 2026 - 12:15 WIB