Bekasi — Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau pabrik minyak goreng PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat, Jum’at (6/2), untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Budi Santoso—yang akrab disapa Mendag Busan—memantau langsung proses produksi dan ketersediaan stok. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga pasokan serta stabilitas harga minyak goreng menjelang periode meningkatnya permintaan.
Kami sudah cek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga pastikan harga tetap terkendali,” ujar Busan.
Busan juga mengimbau masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada produk MINYAKITA. Ia menyebut tersedia berbagai pilihan minyak goreng, baik second brand maupun premium, dengan kualitas dan harga yang kompetitif di pasar.
“Jenis dan merek minyak goreng di pasaran banyak, kualitasnya sama-sama baik dan harganya terjangkau. Konsumen tidak perlu terpaku pada MINYAKITA. Kami mendorong produsen menghadirkan minyak goreng setipe MINYAKITA dan memperbanyak distribusi minyak goreng lain dengan harga terjangkau,” katanya.
MINYAKITA merupakan instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri saat harga minyak sawit global meningkat. Produk ini dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan dan bukan merupakan minyak subsidi.
Busan menjelaskan, MINYAKITA kerap dijadikan indikator stabilitas harga minyak goreng. Namun, fluktuasi pasokan MINYAKITA tidak serta-merta mencerminkan kelangkaan minyak goreng di pasar.
MINYAKITA bergantung pada volume ekspor untuk pasokan produksi. Ketika ekspor turun, bukan berarti minyak goreng tidak tersedia, karena masih banyak alternatif produk di pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT MONI Vimala Putra menyampaikan permintaan terhadap minyak goreng premium produksi perusahaannya cukup tinggi dan sebanding dengan MINYAKITA.
Permintaan konsumen cukup tinggi karena mereka merasakan manfaat dari penggunaan minyak goreng ini,” kata Vimala.




































