Wali Kota: 35 Bangunan di Kebon Kacang Akan Ditertibkan, Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (tengah) bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat meninjau langsung penataan kawasan di Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, (11/3/2026)

Foto: Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (tengah) bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat meninjau langsung penataan kawasan di Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, (11/3/2026)

Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Pusat mulai melakukan penataan kawasan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, dengan menertibkan bangunan yang berdiri di atas trotoar dan menjorok ke badan kali di belakang Plaza Indonesia. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sekaligus memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan penataan kawasan sudah berjalan sejak Senin dan kini memasuki hari ketiga pelaksanaan. Berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, terdapat sekitar 35 bangunan yang selama ini memanfaatkan trotoar serta menjorok ke badan sungai.

“Kita akan kembalikan fungsinya. Trotoar untuk pejalan kaki dan nanti akan kita tata juga dengan taman agar kawasan ini lebih rapi dan nyaman,” kata Arifin saat meninjau lokasi, Rabu.

Arifin menegaskan fasilitas umum seperti trotoar dan saluran air harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Menurutnya, penggunaan trotoar untuk berdagang maupun kepentingan pribadi dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas.

Selain menertibkan bangunan, Pemkot Jakarta Pusat juga akan melakukan normalisasi kali yang berada di kawasan tersebut. Arifin menyebut kondisi kali saat ini cukup dangkal sehingga perlu dilakukan pengerukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA).

“Kita lihat kalinya sudah dangkal. Nanti kita minta SDA merapikan dan melakukan pengerukan,” ujarnya.

Penataan juga mencakup perbaikan jalan yang rusak dengan pelapisan ulang menggunakan hotmix, pengurasan saluran drainase, hingga penataan taman dan pohon di sekitar turap kali yang berpotensi merusak struktur penahan tanah.

Menurut Arifin, tahap awal kegiatan difokuskan pada pembersihan kawasan atau clean clearing. Ia meminta warga yang bangunannya berdiri di atas trotoar untuk membongkar secara mandiri sebelum proses penataan lanjutan dilakukan oleh dinas terkait.

Setelah tahap pembersihan rampung, sejumlah dinas seperti Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Bina Marga, serta Dinas SDA akan masuk untuk melakukan penataan lanjutan. Program ini, kata dia, akan terus berlanjut setelah Lebaran hingga kawasan tersebut benar-benar tertata.

Arifin juga menyoroti banyaknya saluran drainase yang tertutup bangunan atau lapak pedagang. Kondisi itu, menurutnya, kerap menjadi salah satu penyebab genangan di Jakarta karena saluran sulit dibersihkan.

“Kalau salurannya tertutup bangunan, tentu sulit dilakukan pengurasan. Ini yang sering menjadi penyebab genangan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Jakarta Pusat memastikan akan mendata pedagang yang terdampak penertiban. Pemerintah berencana mencarikan lokasi berdagang yang lebih sesuai agar mereka tetap bisa menjalankan usaha.

“Saya tidak melarang orang mencari penghasilan. Tapi aturan tetap harus dipatuhi. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang,” kata Arifin.

Arifin pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, FKDM hingga PKK, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap tertata. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci agar fasilitas kota yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Jakarta harus kita jaga bersama. Infrastruktur sudah dibangun pemerintah, tapi kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat, maka tidak akan berfungsi dengan baik,” tutup Wali Kota Jakarta Pusat.

Berita Terkait

Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Digencarkan, Wali Kota Jakpus Turun Langsung di Depan Plaza Indonesia dan Cempaka Putih
Respons Aduan Warga Harus Akuntabel, Jakpus Perkuat Pengawasan
Tragedi di Kemayoran: Karyawan Tewas Tersetrum Saat Cek Tower BTS, Legalitas Proyek Disorot
Pemkot Jakpus Kebut Pengentasan Kemiskinan di Empat Kelurahan Johar Baru
Program Tambora Aman, TerTib, Terpadu Dan Nyaman, Digelar Melibatkan Berbagai Unsur dan Masyarakat
Arifin Pimpin Rakor, Pemkot Jakpus Perketat Penertiban Parkir Liar dan PKL
Pembangunan Pasar Gardu Asem Dimulai, Pemprov DKI Dorong Modernisasi Pasar Tradisional
Pemkot Jakpus Prioritaskan 7 Program Strategis untuk 2027, dari Tanah Abang hingga Pendidikan Gratis
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:00 WIB

Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Digencarkan, Wali Kota Jakpus Turun Langsung di Depan Plaza Indonesia dan Cempaka Putih

Senin, 13 April 2026 - 11:19 WIB

Respons Aduan Warga Harus Akuntabel, Jakpus Perkuat Pengawasan

Minggu, 12 April 2026 - 22:11 WIB

Tragedi di Kemayoran: Karyawan Tewas Tersetrum Saat Cek Tower BTS, Legalitas Proyek Disorot

Kamis, 9 April 2026 - 20:46 WIB

Pemkot Jakpus Kebut Pengentasan Kemiskinan di Empat Kelurahan Johar Baru

Rabu, 8 April 2026 - 16:56 WIB

Program Tambora Aman, TerTib, Terpadu Dan Nyaman, Digelar Melibatkan Berbagai Unsur dan Masyarakat

Berita Terbaru

Foto: Gubernur DKI Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis

Mertopolitan

Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Jalan, Ini Rinciannya

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:53 WIB