Kuningan — Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau dua bangunan cagar budaya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yakni Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana, dalam rangkaian kunjungan kerja, Selasa (7/4).
Dalam kunjungan tersebut, Fadli menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya melalui kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat dan sektor swasta.
“Kita harus sama-sama menjaga warisan budaya ini. Kita akan terus mendukung agar warisan ini tetap lestari dan berkelanjutan,” ujar Fadli.
Ia menyebut, pelestarian cagar budaya tidak hanya sebatas menjaga fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya yang hidup di dalamnya. Salah satunya terlihat di Paseban Tri Panca Tunggal yang menjadi pusat ajaran Sunda Wiwitan oleh komunitas Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR).
Selain itu, Paseban juga menjadi lokasi tradisi Seren Taun, yang merepresentasikan harmoni antara manusia dan alam serta kedaulatan pangan masyarakat adat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Gedung Kesenian Raksa Wacana, yang menurut Fadli memiliki peran penting sebagai ruang ekspresi seni dan edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda.
Ia menegaskan, pemerintah akan mendorong revitalisasi gedung kesenian, taman budaya, hingga museum di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan nasional.
Kita akan mendukung revitalisasi gedung kesenian dan melibatkan semua pihak, termasuk filantropi dan masyarakat,” katanya.
Gedung Raksa Wacana sendiri didirikan atas gagasan H. Aang Hamid Suganda dan kini berkembang menjadi ruang pembelajaran budaya bagi anak-anak di Kuningan.
Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah tokoh adat dan pejabat, termasuk anggota DPR RI serta perwakilan pemerintah daerah. Pemerintah berharap langkah kolaboratif ini dapat memperkuat pelindungan warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya generasi yang mencintai identitas bangsa




































