Tabrakan Argo Bromo vs KRL Bekasi Timur, Soroti Lemahnya Sistem Persinyalan dan Desak Pemisahan Jalur

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Km 11+02, petak Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 28 penumpang. Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan mendasar dalam tata kelola keselamatan perkeretaapian nasional.

Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Km 11+02, petak Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 28 penumpang. Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan mendasar dalam tata kelola keselamatan perkeretaapian nasional.

JAKARTA — Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Km 11+02, petak Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 28 penumpang. Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan mendasar dalam tata kelola keselamatan perkeretaapian nasional.

Sejumlah pengamat menilai kecelakaan tersebut bukan sekadar akibat kesalahan teknis, melainkan mencerminkan kegagalan sistemik, khususnya pada sistem persinyalan yang masih belum sepenuhnya modern dan terintegrasi.

Sistem persinyalan kereta api di Indonesia dinilai masih bergantung pada intervensi manusia. Kondisi ini meningkatkan potensi kesalahan operasional (human error),

terutama di jalur dengan lalu lintas padat seperti wilayah Jabodetabek. Implementasi teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP) dan Centralized Traffic Control (CTC) disebut masih terbatas.
Selain itu, penggunaan jalur yang sama oleh kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line menjadi faktor risiko lain. Dengan frekuensi perjalanan yang tinggi, KRL berbagi lintasan dengan kereta antarkota yang memiliki karakteristik operasional berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan konflik pergerakan.

Pemisahan jalur menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan kereta api,” kata salah satu pengamat transportasi.
Di sisi lain, aspek pengawasan dan regulasi juga mendapat sorotan. Koordinasi antara regulator dan operator dinilai perlu diperkuat untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten. Audit keselamatan berkala dan penegakan aturan yang tegas menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa.

Kurangnya investasi pada infrastruktur persinyalan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dinilai turut berkontribusi. Pelatihan rutin dan simulasi penanganan darurat dianggap penting untuk meningkatkan kesiapan petugas di lapangan.

Sejumlah rekomendasi pun mengemuka pasca insiden ini. Pemerintah didorong mempercepat penerapan sistem persinyalan modern seperti European Train Control System (ETCS), serta merealisasikan pemisahan jalur antara kereta jarak jauh dan KRL di wilayah padat.

Selain itu, penguatan regulasi, peningkatan anggaran infrastruktur, serta edukasi publik terkait keselamatan perkeretaapian dinilai perlu dilakukan secara simultan.

Insiden ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi pemerintah dan operator kereta api dalam meningkatkan standar keselamatan. Langkah konkret dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api.

Berita Terkait

UU PPRT Disahkan, PBB Sebut Indonesia Buat Terobosan Lindungi Pekerja Domestik
Kementerian HAM Kecam Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Desak Pengawasan Ketat Nasional
Menuju WBBM, Dukcapil Jakpus Tegaskan Perubahan Budaya Kerja
Kementerian UMKM Apresiasi UKB Bandar Lampung, Jadi Solusi Tekan Biaya Kemasan UMKM
Ribuan Warga Kapuk Ikuti Pengobatan Gratis di Vihara Hemadhiro Mettavati
Srikandi Banteng Ambil Kendali, Meyske Lempoy Pimpin PAC Kebayoran Lama
Parkir Liar Beroperasi Terang-terangan, Publik Soroti Kinerja Dishub Jakpus
Inspiratif, Ibu Lima Anak ini Lulus Magister Administrasi Publik Sambil Bekerja
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 06:58 WIB

Tabrakan Argo Bromo vs KRL Bekasi Timur, Soroti Lemahnya Sistem Persinyalan dan Desak Pemisahan Jalur

Selasa, 28 April 2026 - 06:48 WIB

UU PPRT Disahkan, PBB Sebut Indonesia Buat Terobosan Lindungi Pekerja Domestik

Senin, 27 April 2026 - 13:24 WIB

Menuju WBBM, Dukcapil Jakpus Tegaskan Perubahan Budaya Kerja

Senin, 27 April 2026 - 12:56 WIB

Kementerian UMKM Apresiasi UKB Bandar Lampung, Jadi Solusi Tekan Biaya Kemasan UMKM

Minggu, 26 April 2026 - 16:24 WIB

Ribuan Warga Kapuk Ikuti Pengobatan Gratis di Vihara Hemadhiro Mettavati

Berita Terbaru