Dugaan Penyimpangan Lelang, Pengusaha Minta Proyek Dibatalkan

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Papan informasi proyek Rehabilitasi GOR Nambo Jaya di Kota Tangerang yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan nilai anggaran Rp1,4 miliar menjadi sorotan.

Foto: Papan informasi proyek Rehabilitasi GOR Nambo Jaya di Kota Tangerang yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan nilai anggaran Rp1,4 miliar menjadi sorotan.

TANGERANG – Sejumlah orang yang tergabung dalam berbagai Asosiasi Pengusaha lokal Kota Tangerang mensomasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.

Mereka menggugat proses lelang proyek bernilai miliaran rupiah yang tengah dilaksanakan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang.

Para penggugat tersebut diantaranya: GAPENSI, GAPEKSINDO, ASPEKNAS, ASPEKINDO, ASKONAS serta GAPEKNAS Kota Tangerang. Mereka kompak menyuarakan kekecewaannya terhadap proses lelang cepat pada sistem e-Katalog versi 6 khususnya dalam proyek Rehabilitasi GOR Nambo Jaya di Kecamatan Karawaci senilai Rp1,4 Miliar serta Pekerjaan Lampu dan Sarana Luar Stadion Cibodas senilai Rp1,4 Miliar.

Dalam surat yang telah dilayangkan dan juga ditembuskan ke sejumlah nstansi di Pemkot Tangerang, mereka dengan tegas menyebut adanya penyimpangan pada mini kompetisi tersebut. Salah satunya yang paling menonjol adalah karena prosesnya diduga dilaksanakan pada hari libur.

“Kami pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi-asosiasi pengusaha lokal Kota Tangerang sudah melayangkan  somasi kepada pihak Dispora untuk meminta klarifikasi atas proses lelang pengadaan barang dan jasa berdasarkan pengumuman lelang pada tanggal 2 April 2026 serta dokumen paket kegiatan rehab GOR Nambo Jaya dan Pekerjaan Lampu Sarana Luar Stadion Cibodas karena ada banyak kejanggalan. Yang pertama, prosesnya dilakukan di hari libur. Selain itu mereka juga menambahkan tenaga teknis dengan klasifikasi Ahli Muda Elektrikal dan menambahkan sertifikat manajemen mutu dan sertifikat manajemen mutu. Padahal secara aturan seharusnya ini masih masuk dalam kategori kecil,” ungkap Ketua GAPEKNAS Kota Tangerang, Ari Achmadsyah, Selasa (28/04/2026).

Dalam surat itu, mereka menegaskan adanya dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang oleh pihak PPK/PP selaku penanggungjawab seleksi.

“Kami minta lelang itu dibatalkan. Dan kami juga meminta penjelasan atas persoalan ini secepatnya agar kami masyarakat jasa kontruksi sebagai pengusaha lokal UMKM mendapatkan keadilan berusaha dan tercipta iklim usaha yang sehat di Kota Tangerang,” tegas dia.

Para pengusaha lokal UMKM tentu sangat menyayangkan bila proses mini kompetisi ini dilaksanakan secara tidak fair.

“Iya karena seakan-akan indikasinya sudah diatur. Mana bisa mempersiapkan segalanya dihari libur. Dibuka Kamis siang, Jumatnya libur tanggal merah Sabtu dan Minggu nya libur. Gimana caranya dapat surat dukungan dan lain-lain di hari libur. Ditambahin juga persyaratan yang semestinya tidak ada. Ini yang kita pertanyakan,” katanya.

Selain itu, dalam gugatannya mereka turut menyampaikan pendapat hukum beserta landasannya. Yakni terkait Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, yaitu Perpres No 16 Tahun 2018, Perpres No 46 Tahun 2025, Peraturan Lembaga LKPP No 12 Tahun 2021. Serta KUHP Tipikor. Undang-undang No 1 Tahun 2023 dan Undang-undang Tahun 1999 Jo Undang-undang No 20 Tahun 2001.

“Melaporkan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar memberikan sanksi terhadap PPK/PP yang diduga telah melakukan pelanggaran dalam proses lelang cepat tanggal 2 April 2026 sampai dengan tanggal 5 April 2026 dengan sistem ekatalog versi 6 yang dilaksanakan oleh Dispora,” terangnya.

“Melaporkan kepada aparat penegak hukum agar melakukan tindakan hukum terkait dugaan tindak pidana pada proses lelang itu,” tutupnya.

 

(Red)

Berita Terkait

BARA JP Soroti Finalitas Putusan MK dalam Permohonan PHPU 2026
PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo
Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL
DePA-RI Desak Efek Jera Koruptor: Jangan Hanya Dipenjara, Aset Negara Wajib Kembali
BPK Temukan 74 Aset Bapenda Tangsel Tak Bisa Ditunjukkan, Nilainya Tembus Rp 2 Miliar
Usai OTT BPN di Bogor, Charlie Chandra Minta KPK Periksa Proses SHM 5/Lemo
Dua Advokat Dikabarkan Terluka, Kuasa Hukum PT HD Arjuna Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan
Dikejar hingga Jawa Tengah, Tersangka Dugaan Pencabulan Anak di Bekasi Ditangkap Polisi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:22 WIB

PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo

Minggu, 20 September 2026 - 15:54 WIB

Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL

Sabtu, 19 September 2026 - 21:25 WIB

DePA-RI Desak Efek Jera Koruptor: Jangan Hanya Dipenjara, Aset Negara Wajib Kembali

Sabtu, 19 September 2026 - 06:19 WIB

BPK Temukan 74 Aset Bapenda Tangsel Tak Bisa Ditunjukkan, Nilainya Tembus Rp 2 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 09:57 WIB

Usai OTT BPN di Bogor, Charlie Chandra Minta KPK Periksa Proses SHM 5/Lemo

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat mengikuti penilaian Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Bawa Nama DKI di Pentas Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:37 WIB

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:40 WIB