JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mencetak 10 juta pengusaha baru hingga 2029.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029.
Semakin banyak wirausaha yang lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” kata Maman dalam agenda Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut Maman, Bursa Wirausaha Unggulan dirancang sebagai ekosistem terpadu yang memudahkan generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, hingga pengusaha dalam mengakses berbagai layanan pengembangan usaha.
Layanan tersebut mencakup pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan bisnis, legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Maman menjelaskan program tersebut disusun untuk menciptakan pengusaha yang tangguh melalui pembinaan dari tahap awal hingga pengembangan usaha.
Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya,” ujarnya.
Skema pembiayaan yang disiapkan meliputi akses ke perbankan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial atau fintech.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam agenda tersebut juga digelar Deklarasi Wirausaha sebagai bentuk komitmen bersama perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan UMKM harus terus didorong agar mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
UMKM harus terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah yang disebut ekonomi yang berkeadilan,” kata Muhaimin.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi wirausaha baru berbasis inovasi dan potensi lokal.
Kampus diharapkan menjadi fasilitator lahirnya wirausahawan-wirausahawan berbasis mahasiswa sekaligus berkontribusi dalam mengakselerasi lahirnya wirausaha yang berbasis pada potensi dan budaya lokal,” ujarnya.
Selain layanan konsultasi dan pendampingan usaha, agenda Bursa Wirausaha Unggulan juga menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas seperti Founder Talk, workshop Artificial Intelligence (AI), workshop kemitraan, Dapur Inovasi UMKM, hingga pameran produk dan inovasi pelaku usaha.




































