BOGOR — Memasuki usia 50 tahun bukan menjadi penanda berakhirnya aktivitas dan produktivitas. Sebaliknya, fase tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk memanfaatkan pengalaman, keahlian, jaringan, dan relasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Semangat itu coba diwujudkan Komunitas70 melalui gerakan “Bestie Bantu Bestie”. Komunitas yang menyasar masyarakat berusia 50 tahun ke atas tersebut menggelar kopi darat (kopdar) perdana di Resto Indosteak Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026).
Sekitar 30 peserta hadir dalam pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB itu. Meski jumlah peserta dibatasi karena menyesuaikan kapasitas lokasi, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk berkenalan secara langsung, bertukar pengalaman, hingga menjajaki peluang kolaborasi.
Founder Komunitas70, Tante Bestie Putri Muda, mengatakan komunitas tersebut dibangun dari keyakinan bahwa masyarakat usia 50+ masih memiliki potensi besar untuk terus beraktivitas dan memberikan kontribusi.
“Usia 50+ bukan akhir dari cerita. Kita sudah memiliki pengalaman, kemampuan, jaringan, dan banyak hal yang bisa dibagikan. Tinggal bagaimana menemukan lingkungan yang tepat untuk kembali berkarya, berkolaborasi, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Menurut dia, Komunitas70 tidak diarahkan sekadar menjadi ruang percakapan di media digital. Komunitas tersebut ingin membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan anggota saling terhubung berdasarkan kebutuhan, keahlian, maupun peluang yang dimiliki.
Pertemanan menjadi pintu masuk dari konsep tersebut. Dari aktivitas sederhana seperti ngopi, jalan bersama, atau berbagi cerita, anggota diharapkan dapat menemukan peluang yang lebih luas, mulai dari kolaborasi usaha hingga kegiatan sosial.
“Awalnya mungkin hanya ingin punya teman ngopi, teman jalan, atau teman ngobrol. Tetapi dari pertemanan itu bisa lahir peluang usaha, kolaborasi, pekerjaan, kegiatan sosial, bahkan persahabatan yang saling menguatkan,” kata Tante Bestie.
Dari Pertemanan ke Kolaborasi
Komunitas70 mengembangkan sejumlah aktivitas yang menyasar kebutuhan dan minat masyarakat usia 50+. Di antaranya kegiatan sehobi, kuliner, traveling, umrah bersama, peluang kerja dan freelance, jual-beli produk antaranggota, pembelajaran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), hingga kolaborasi di bidang properti, pertanian, dan usaha kuliner.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah Bestie Temenin.
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan anggota yang membutuhkan pendamping dengan anggota lain yang memiliki waktu, kemampuan, dan kemauan untuk menemani.
Bentuk pendampingannya dapat beragam, seperti menemani ke rumah sakit, berbelanja, bepergian, melakukan aktivitas tertentu, maupun mempertemukan anggota berdasarkan kesamaan hobi dan minat.
Konsep itu kemudian dirangkum dalam tiga prinsip yang menjadi semangat Komunitas70.
Yang butuh Bestie, kita temukan.
Yang punya keahlian, kita berdayakan.
Yang punya usaha, kita kolaborasikan.
Bagi Komunitas70, pertemuan tatap muka memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan sebelum hubungan berkembang menjadi kerja sama.
Karena itu, kopdar perdana di Cibinong tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Komunitas70 berencana memperluas pertemuan ke sejumlah wilayah di Jakarta.
Perluas Kopdar ke Jakarta
Setelah Cibinong, Kopdar Komunitas70 dijadwalkan berlangsung di Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) pukul 13.00 WIB.
Pertemuan berikutnya akan digelar di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu (13/9/2026), juga mulai pukul 13.00 WIB.
Tante Bestie mengatakan antusiasme pada pertemuan perdana menjadi dorongan untuk memperluas jangkauan komunitas.
“Kopdar perdana di Cibinong kami batasi sekitar 30 orang karena kapasitas tempat. Tetapi dari sini kami melihat antusiasme yang luar biasa. Banyak yang ingin bertemu, berkenalan, dan menjadi bagian dari gerakan ini,” ujarnya.
Rangkaian kopdar tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan anggota dengan latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki kebutuhan atau ketertarikan yang sama.
Dari perkenalan tersebut, anggota diharapkan dapat menemukan teman baru, rekan usaha, peluang pekerjaan, teman perjalanan, hingga mitra untuk mengembangkan aktivitas yang sebelumnya belum sempat diwujudkan.
Menyiapkan Ekosistem Usia 50+
Komunitas70 juga tengah menyiapkan sejumlah program yang menjadi bagian dari ekosistem komunitas. Program tersebut antara lain Bestie Temenin, Komart70, K70jek, Loker70, Belajar Digital, Bestie Tali Kasih, Bestie Travel, Bestie Property, serta Bestie Tani & Hasil Bumi.
Program-program tersebut dirancang untuk menghubungkan potensi anggota dengan kebutuhan anggota lainnya.
Tante Bestie menegaskan Komunitas70 ingin bergerak lebih jauh dari sekadar mengajak masyarakat usia 50+ untuk tetap produktif.
“Kami tidak ingin sekadar mengatakan bahwa usia 50+ harus tetap produktif. Kami ingin menyediakan ruang dan ekosistemnya. Yang punya keahlian bisa diberdayakan, yang punya usaha bisa dikolaborasikan, dan yang membutuhkan teman bisa dipertemukan. Prinsipnya sederhana: Bestie bantu Bestie,” katanya.
Semangat komunitas tersebut dirangkum melalui enam nilai, yakni Berteman, Berkarya, Berusaha, Belajar, Berbagi, dan Bahagia Bersama.
Adapun pola interaksinya dibangun melalui tahapan kenal, nyambung, saling bantu, kolaborasi, hingga tumbuh bersama.
Komunitas70 berharap gerakan tersebut dapat berkembang secara bertahap dan menjangkau masyarakat usia 50+ di berbagai daerah.
Bagi komunitas itu, bertambahnya usia bukan alasan untuk menghentikan aktivitas dan impian.
Usia boleh 50+, tetapi mimpi tidak harus ikut pensiun.
Tentang Komunitas70
Komunitas70 merupakan komunitas dan ekosistem kolaborasi bagi masyarakat usia 50+ yang mendorong anggotanya untuk tetap aktif, produktif, berkarya, membangun pertemanan, membuka peluang usaha dan pekerjaan, belajar teknologi, serta berbagi manfaat.
Tagline: Bestie Bantu Bestie
Motto: Berteman • Berkarya • Berusaha • Belajar • Berbagi • Bahagia Bersama
(Helmi AR)



































