Menteri Kebudayaan Tinjau Situs Megalitik Lore Lindu, Dorong Pelestarian Warisan Prasejarah

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meninjau sejumlah situs megalitik di kawasan Lore Lindu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meninjau sejumlah situs megalitik di kawasan Lore Lindu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah

POSO – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meninjau sejumlah situs megalitik di kawasan Lore Lindu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (30/12). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi dan mengembangkan warisan budaya prasejarah Nusantara.

Dalam lawatan tersebut, Fadli Zon mengunjungi beberapa situs cagar budaya, di antaranya Situs Megalitik Tadulako, Situs Megalitik Pokekea, dan Situs Megalitik Tambi. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat tinggalan arkeologi penting yang merekam jejak peradaban masyarakat masa lampau.

Saat meninjau Situs Megalitik Pokekea, Fadli menegaskan bahwa kawasan megalitik di Sulawesi Tengah memiliki peran strategis dalam sejarah panjang kebudayaan Indonesia. Menurutnya, usia tinggalan arkeologis di wilayah ini menunjukkan tingginya peradaban yang pernah berkembang.

Usia tinggalan arkeologis di kawasan ini mencapai lebih dari 4.000 tahun, bahkan di beberapa titik diperkirakan hingga 8.000 tahun. Ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah merupakan bagian penting dari peradaban Nusantara yang sangat tua,” ujar Fadli.

Situs Megalitik Pokekea sendiri telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional. Area ini berupa padang rumput ilalang memanjang yang menyimpan beragam tinggalan megalitik, seperti arca, kalamba, tutup kalamba, dolmen, batu berlubang, lumpang, dulang, umpak, fragmen tembikar, hingga tempayan.

Beragam temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini dahulu berfungsi sebagai lokasi permukiman, penguburan, dan pemujaan, sekaligus mencerminkan tingkat peradaban masyarakat prasejarah yang relatif maju.

Fadli Zon menekankan pentingnya pengelolaan situs cagar budaya secara berkelanjutan. Ia menilai pelestarian harus berjalan seiring dengan pemanfaatan yang bertanggung jawab.
“Kekayaan ini harus kita lindungi, kita kembangkan, dan kita manfaatkan secara bertanggung jawab sebagai wisata budaya dan wisata sejarah, tanpa mengabaikan prinsip pelestarian,” tegasnya.

Beliu juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pengelolaan situs megalitik, mulai dari potensi vandalisme hingga dampak cuaca dan perubahan iklim yang dapat mempercepat pelapukan struktur batuan. Karena itu, promosi dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran publik.

Sebagai situs cagar budaya berperingkat nasional, Pokekea diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di Sulawesi Tengah dan Nusantara, tetapi juga di tingkat dunia. Situs ini jelas menunjukkan peradaban yang cukup tinggi pada masanya,” kata Fadli.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Wawan Yogaswara, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII Andriyani.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Andi Kamal Lembah.
Lebih lanjut, Fadli menyatakan Kementerian Kebudayaan akan mendorong penelitian lanjutan untuk mengungkap lebih dalam kehidupan masyarakat prasejarah di kawasan Lore Lindu.

Ke depan, tantangan kita adalah melakukan penelitian lebih lanjut agar peradaban masa lalu di kawasan ini dapat terungkap secara lebih mendalam. Aset budaya di sini menunjukkan bahwa peradaban Nusantara adalah peradaban yang sangat tua dan kaya,” ujarnya.

Melalui pelestarian terintegrasi, penguatan riset, serta promosi yang berkelanjutan, pemerintah berharap situs-situs megalitik di Sulawesi Tengah dapat terus terjaga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Berita Terkait

Sri Suwanto Ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Kertas Nusantara Indonesia
Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman
Dialog EBT IBI-K57 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Mahasiswa Diminta Tak Jadi Penonton
GMKDI Deklarasikan Dukungan untuk Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Buka Dialog Nasional EBT, Sari Yuliati: Generasi Muda Jangan Jadi Penonton
Pedagang Pasar Tradisional Deklarasikan Dukungan untuk Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Komisi XII DPR Dorong Hasil Dialog EBT IBI-K57 Jadi Masukan Legislasi
Habib Syakur Apresiasi Sikap Jusuf Hamka Menerima Permohonan Maaf Anshor Mumin 
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:16 WIB

Sri Suwanto Ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Kertas Nusantara Indonesia

Jumat, 11 September 2026 - 15:07 WIB

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Jumat, 11 September 2026 - 13:35 WIB

Dialog EBT IBI-K57 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Mahasiswa Diminta Tak Jadi Penonton

Jumat, 11 September 2026 - 10:05 WIB

GMKDI Deklarasikan Dukungan untuk Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029

Jumat, 11 September 2026 - 00:13 WIB

Buka Dialog Nasional EBT, Sari Yuliati: Generasi Muda Jangan Jadi Penonton

Berita Terbaru

Foto: (kanan) Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, (kiri) Ketua Umum FSPPI Dr. Rizal Djibran. (Dok: Istimewa)

Entertainment

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:07 WIB