Menko PM, Muhaimin Iskandar, Pemberdayaan Masyarakat, Pengentasan Kemiskinan, Kemiskinan Ekstrem, Pendidikan, Pembangunan Sosial,

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.

Menurut Muhaimin, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui pendekatan bantuan semata, melainkan harus dibarengi dengan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan agar mampu mandiri dan produktif.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat memberikan arahan secara daring dalam kegiatan UNESA International Community Development (ICD) 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Kamis (5/2).

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun kemandirian bangsa,” ujar Muhaimin.

Muhaimin menilai pendidikan menjadi pintu masuk paling mendasar dalam memutus mata rantai kemiskinan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak dini agar mampu bersaing di tengah dinamika global.

Pendidikan menjadi pintu masuk memutus mata rantai kemiskinan, sehingga kita menyiapkan anak-anak kita untuk siap memasuki dunia yang semakin kompetitif,” katanya.

Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan paradigma pembangunan saat ini menempatkan pemberdayaan sebagai pendekatan utama. Dalam konteks tersebut, negara tidak lagi memonopoli pembangunan, melainkan berperan sebagai fasilitator.

Pemerintah harus mampu memberikan stimulan, mendukung, dan menggerakkan potensi yang ada agar tumbuh dan produktif di masyarakat,” ujarnya.
Muhaimin berharap kegiatan UNESA International Community Development 2026 dapat melahirkan model-model pemberdayaan masyarakat yang aplikatif serta memperkuat jejaring kolaborasi berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menuntaskan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 serta menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal 5 persen pada 2029.

Berita Terkait

Mendagri-Tito dan Nusron Teken SEB, Percepat Layanan BPHTB dan Sertifikat Tanah
Kemnaker Integrasikan Data Lintas Instansi Hadapi Era AI dan Otomatisasi
Rapat Pleno Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Tunjuk Simon Benoni Laratmase sebagai Dewan Pengawas
Menko Polkam Djamari Dorong LPM Jadi Booster Program Pemerintah
BGN Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG di Sekolah
Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan
BGN Buka Ruang Kolaborasi, Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Jelang HUT ke-81 RI, Ketum Nusantara Pengusaha Indonesia Ajak Pengusaha Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Mendagri-Tito dan Nusron Teken SEB, Percepat Layanan BPHTB dan Sertifikat Tanah

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kemnaker Integrasikan Data Lintas Instansi Hadapi Era AI dan Otomatisasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Rapat Pleno Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Tunjuk Simon Benoni Laratmase sebagai Dewan Pengawas

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Menko Polkam Djamari Dorong LPM Jadi Booster Program Pemerintah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:07 WIB

BGN Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG di Sekolah

Berita Terbaru

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) membagikan bantuan sosial berupa 81 paket sembako kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (11/8).

Hukum & Kriminal

Kemenimipas Bagikan 81 Paket Sembako untuk Warga di HUT ke-81 RI

Selasa, 11 Agu 2026 - 09:25 WIB